Kamis, 29 Oktober 2026 07:36

Angka Kemiskinan Luwu Timur Turun ke Titik Terendah dalam Delapan Tahun

Editor : Redaksi
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur melalui Berita Resmi Statistik (BRS) Profil Kemiskinan Maret 2026 mencatat, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 5,52 persen. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur melalui Berita Resmi Statistik (BRS) Profil Kemiskinan Maret 2026 mencatat, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 5,52 persen. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim

Angka kemiskinan Luwu Timur turun menjadi 5,52 persen pada Maret 2026, terendah dalam delapan tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 17,94 ribu jiwa.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Kabar baik datang dari Kabupaten Luwu Timur. Angka kemiskinan di Bumi Batara Guru terus menurun dan kini berada pada titik terendah dalam delapan tahun terakhir. Capaian ini menempatkan Luwu Timur di posisi kelima dengan persentase penduduk miskin terendah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur melalui Berita Resmi Statistik (BRS) Profil Kemiskinan Maret 2026 mencatat, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 5,52 persen. Angka tersebut turun 0,27 poin persentase dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 5,79 persen.

Jika ditarik ke belakang, penurunan angka kemiskinan di Luwu Timur menunjukkan tren positif. Pada 2019, persentase penduduk miskin masih mencapai 6,98 persen. Artinya, dibandingkan dengan angka tersebut, persentase kemiskinan pada Maret 2026 telah turun 1,46 poin persentase.

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Gelar Pembinaan Statistik Sektoral dan Coaching Portal Satu Data

Dari sisi jumlah penduduk, warga yang tergolong miskin pada Maret 2026 tercatat sebanyak 17,94 ribu jiwa. Jumlah ini berkurang sekitar 610 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 18,55 ribu jiwa. Sementara itu, pada 2019, jumlah penduduk miskin di Luwu Timur masih mencapai 20,83 ribu jiwa.

Kepala BPS Kabupaten Luwu Timur, Abdullah Pannu, menegaskan bahwa perbaikan tersebut tidak hanya terlihat dari penurunan jumlah penduduk miskin, tetapi juga dari berkurangnya kedalaman dan keparahan kemiskinan.

“Yang menggembirakan, bukan hanya jumlahnya yang turun, tetapi kedalaman kemiskinannya juga turun tajam. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) kita dari 1,20 pada 2025 menjadi 0,52 pada 2026. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari 0,32 menjadi 0,06. Ini yang terendah sejak 2019. Artinya, pengeluaran penduduk miskin kita sekarang semakin dekat dengan garis kemiskinan, jurangnya semakin dangkal,” ungkap Abdullah.

Baca Juga : Pemkab Lutim Dorong Desa Jadi Produsen Data untuk Perkuat Kebijakan Pembangunan

Menurut Abdullah Pannu, capaian Luwu Timur juga lebih baik dibandingkan dengan kondisi Provinsi Sulawesi Selatan secara keseluruhan.

“Persentase kemiskinan Luwu Timur 5,52 persen, sementara Sulsel 7,24 persen. P1 kita 0,52 berbanding Sulsel 1,17, P2 kita 0,06 berbanding Sulsel 0,26. Ini menunjukkan pengentasan kemiskinan di Luwu Timur lebih cepat dan lebih merata,” pungkas Abdullah.

BPS juga mencatat garis kemiskinan Kabupaten Luwu Timur pada Maret 2026 sebesar Rp528.095 per kapita per bulan. Angka tersebut meningkat 12,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan penyesuaian harga kebutuhan dasar. (sumber: IKP-Humas/Kominfo-SP)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Kemiskinan Luwu Timur #angka kemiskinan #Luwu Timur 2026 #BPS Luwu Timur #Penduduk miskin #kemiskinan Sulawesi Selatan #garis kemiskinan 2026 #Abdullah Pannu
Youtube Jejakfakta.com