Jejakfakta.com, MAKASSAR – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar di Ruang Sipakatau, Kantor Balai Kota Makassar, Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya keluarga, mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi melalui pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Dalam sambutannya, Melinda menekankan bahwa kesadaran akan pentingnya mengonsumsi makanan sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Baca Juga : Puluhan Tahun Mengabdi, Tujuh Kader TP PKK Makassar Terima Penghargaan Adibakti

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membangun kebiasaan makan yang baik, terutama bagi anak-anak yang pola konsumsinya banyak dipengaruhi oleh kebiasaan orang tua di rumah.
“Anak-anak biasanya mengikuti apa yang dikonsumsi orang tuanya. Karena itu, kita sebagai orang tua, khususnya ibu, harus menjadi contoh dalam membiasakan pola makan sehat. Jangan hanya mengajarkan, tetapi juga harus dimulai dari apa yang kita sajikan setiap hari di rumah,” ujarnya.
Melinda juga membagikan pengalamannya dalam menerapkan pola pemberian makanan sehat bagi anak-anaknya, mulai dari pemberian ASI eksklusif selama enam bulan hingga menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) secara mandiri.
Baca Juga : Puncak HKG PKK ke-54, Melinda Aksa Dorong Gerakan Berdampak Nyata bagi Keluarga
Ia mengungkapkan bahwa pemilihan bahan pangan menjadi salah satu perhatian penting, termasuk mengutamakan bahan makanan segar serta meminimalkan paparan pestisida dan bahan kimia.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya makanan sehat semakin meningkat sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut menjadi momentum bagi banyak keluarga untuk lebih memperhatikan asupan makanan sebagai salah satu faktor pendukung daya tahan tubuh.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia, khususnya Kota Makassar, memiliki kekayaan bahan pangan lokal yang beragam dan kaya nutrisi. Ketersediaan ikan segar serta berbagai jenis sayuran, seperti kangkung, bayam, dan kelor, merupakan potensi yang perlu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Baca Juga : Wali Kota Appi Ingin PKK Makassar Hadir Lebih Dekat, Bantu Keluarga dan Warga yang Membutuhkan
“Bahan pangan lokal kita sebenarnya sangat kaya nutrisi. Ada banyak pilihan makanan sehat yang mudah ditemukan di sekitar kita. Jadi, tidak harus selalu bergantung pada makanan instan atau produk olahan,” jelasnya.
Selain memperhatikan pemilihan bahan makanan, Melinda juga mengajak para orang tua untuk membangun kesadaran anak dalam memilih produk pangan yang sehat dan aman.
Salah satu caranya adalah dengan membiasakan anak membaca label komposisi pada kemasan, termasuk memperhatikan kandungan bahan tambahan dan pewarna makanan saat berbelanja.
Baca Juga : Hari Kedua Pameran UMKM dan Jambore TP PKK Makassar Meriah, Melinda Aksa Dorong Kreativitas Kader
Ia juga mendorong para ibu untuk mulai mengurangi persediaan makanan instan dan junk food di rumah, kemudian menggantinya dengan makanan rumahan yang sederhana, tetapi tetap memenuhi kebutuhan gizi.
Sementara itu, materi edukasi pangan B2SA dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Dr. A. Erieka Novianti, dengan mengangkat tema “Membangun Kebiasaan Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman”.
Dalam pemaparannya, Dr. A. Erieka Novianti menjelaskan pentingnya membangun kebiasaan mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman sejak dari lingkungan keluarga.
Baca Juga : Di Forum Asia-Pasifik, Appi Paparkan Strategi Makassar Bangun PAUD Inklusif dan Ramah Iklim
“Penerapan prinsip B2SA bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan makan, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan memilih dan mengonsumsi pangan yang tepat. Ini perlu dimulai dari keluarga agar menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya memilih dan mengolah bahan pangan secara tepat serta mampu menerapkan prinsip B2SA dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, keluarga diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam membangun kebiasaan konsumsi pangan sehat, bergizi, seimbang, dan aman. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



