Jejakfakta.com Makassar - Creative Youth for Tolerance (CREAT) mengenalkan toleransi kepada generasi milenial di Sulawesi Selatan. Khususnya Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.
Maka dari itu, selama 3 tahun Create Moments mengajarkan kaum milenial tentang toleransi dalam beragama sampai toleransi berbudaya di beberapa sekolah.

Beberapa sekolah yang dimaksud adalah SMAN 1 Makassar, SMAN 7 Makassar, SMAN 18 Makassar, SMAN 22 Makassar, MAN 1 Makassar, MAN 2 Makassar dan MAN 3 makassar.
Baca Juga : Empat Kali Beruntun, MAN Pinrang Kembali Raih Juara Umum Porsema VI
Sedangkan untuk Kabupaten Gowa, Create Moments melakukan edukasi di SMAN 9 Kabupaten Gowa dan SMAN 19 Kabupaten Gowa.
Project Manager CREATE, Ilham Saenong menjelaskan mengapa CREATE memperkenalkan ke kaum milenial tentang toleransi sebab anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) memiliki banyak kegiatan atau insiden yang menunjukkan ekslusifitas dalam paham keagamaan.
"Paham keagamaan itu terjadi di interaksi sosial termasuk lembaga publik, sekolah salah satunya yang harus mendidik siswa menjadi karakter yang baik bukan ekstrim dan tidak mau bergaul dengan latar belakang berbeda entah itu budaya, keagamaan bisa jadi nanti anak itu tidak menghargai sesama," katanya, Minggu (19/2/2023) saat ditemui di Hotel Gammara, Makassar.
Baca Juga : Sulsel Jadi Daerah Pertama Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Makassar Dorong Data Investasi
Pendampingan ini, lanjut Ilham, didampingi berdasarkan sekola-sekolah yang berpotensi membawa toleransi di luar sekolah, membawa perdamaian kepada milenial lainnya.
Sebelumnya, pada hari Sabtu 18 Februari 2023 kemarin, merupakan malam perayaan puncak 3 tahun CREAT dengan mengundang berbagai guru, pelajar, orang tua, Dinas Pendidikan, Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Balitbangda), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Kanwil Kota Makassar.
Field officer CREAT Sulsel, Ikrana Nur Ramadhani menjelaskan dengan perayaan tersebut creat mendekatkan toleransi kepada pelajar, guru dan orang tua dengan kreativitas kebudayaan.
Baca Juga : 112 Resmi Diluncurkan di Luwu Timur, Bantuan Darurat Kini Cukup Satu Nomor
“Kreativitas anak mudah dan toleransi dengan meningkatkan toleransi di sekolah dengan pendekatan seni budaya untuk menguatkan siswa dan guru dalam meningkatkan toleransi," jelasnya.
Salah satu spelajar yang ikut dalam setiap kegiatan CREAT, Viola mengatakan ia mampu membangun kepercayaan dirinya dalam pengambilan keputusan dan berpendapat semenjak mengikuti kegiatan CREAT.
Baca Juga : Luwu Timur Rayakan HUT ke-23, Bupati Irwan Ajak Semua Elemen Bersatu Bangun Daerah
“Banyak hal baru saya dapat, lebih terbuka pemikiranku terutama tentang toleransi. Toleransi itu ternyata bukan saja mencakup agama tetapi juga toleransi pola pikir dan ideologi minoritas dan mayoritas. Selain itu, terbangun percaya diri saya pribadi sebagai milenial, tidak takut lagi berbeda pendapat walau sendiri, dan bagaimana menghargai orang lain yang berbeda budaya," pungkas Viola.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




