Jumat, 24 Februari 2023 20:19

Twitter Berencana Benahi Relevansi Iklan, Elon Musk Usulkan Fungsi Baru

CEO Twitter, Elon Musk telah melakukan setidaknya tiga putaran PHK sejak janjinya untuk berhenti melakukan pemecatan. @Jejakfakta/Alpha22
CEO Twitter, Elon Musk telah melakukan setidaknya tiga putaran PHK sejak janjinya untuk berhenti melakukan pemecatan. @Jejakfakta/Alpha22

Elon Musk telah memberikan arahan secara internal untuk mengubah cara iklan ditargetkan di halaman utama Twitter dalam waktu seminggu, dan berencana untuk memperbaiki apa yang ia sebut di publik sebagai relevansi iklan terburuk di Bumi.

Jejakfakta.com - CEO baru Twitter, Elon Musk, terus memberhentikan sejumlah karyawan Twitter setelah sebelumnya menyatakan bahwa lini pemutusan hubungan kerja (PHK) telah berakhir.

Keterangan tersebut diungkapkannya pada 21 November 2022 di kantor pusatnya di San Francisco kepada karyawan yang tersisa, setelah memecat dua pertiga pekerjanya dalam hitungan minggu.

Dikutip dari The Verge, Kamis (23/02/2023) kemarin, Elon Musk telah melakukan setidaknya tiga putaran PHK sejak janjinya untuk berhenti melakukan pemecatan. 

Baca Juga : SBIPE Kecam PHK Sepihak 350 Buruh oleh PT Huadi, Gelar Aksi Protes di Bantaeng

Belasan karyawan di seluruh departemen penjualan dan teknik terkena imbas pemberhentian pada minggu lalu, termasuk seorang bawahan langsung Elon Musk yang bekerja pada pengelolaan teknik untuk bisnis iklan Twitter. 

Berdasarkan laporan, Elon Musk telah memberikan arahan secara internal untuk mengubah cara iklan ditargetkan di halaman utama Twitter dalam waktu seminggu, dan berencana untuk memperbaiki apa yang ia sebut di publik sebagai relevansi iklan terburuk di Bumi. 

Tenggat waktu (deadline) tersebut terbilang berat dan agresif bagi para karyawan, mengingat rencananya untuk membenahi cara kerja penargetan iklan termasuk dalam perubahan yang besar.

Baca Juga : Resmi Berhentikan Ratusan Karyawan, PDAM Makassar Minta Maaf

Hal ini didukung oleh keterangan beberapa mantan pekerja Twitter yang menyinggung sistem penargetan iklan seperti Google.

Elon Musk memiliki rencana untuk mengubah fungsi iklan Twitter agar ditargetkan berdasarkan kata kunci yang dicari, bukan aktivitas pengguna dan data profil. Cara ini bekerja seperti penargetan iklan pada pencarian Google.

Cara tersebut merupakan pendekatan yang bekerja dengan baik untuk sebuah mesin pencarian, di mana orang-orang memberikan informasi tentang apa yang sedang mereka cari dan ingin ketahui. 

Baca Juga : Hasil Kajian LOP2M-BPMM Soal Langkah PDAM Makassar dan Isu PHK Massal

Dengan fungsi iklan ini, Google berhasil menjadi salah satu bisnis paling menguntungkan sepanjang masa. Meskipun demikian, hingga saat ini Google belum berhasil memasuki bisnis media sosial.

Diketahui sebelumnya, Elon Musk telah mengungkapkan rencananya melalui kicauan yang ia unggah di Twitter pribadinya, Jumat (11/02/2023).

"Maaf telah menampilkan begitu banyak iklan yang tidak relevan dan mengganggu di Twitter! Kami mengambil tindakan korektif dengan mengikat iklan ke kata kunci dan topik di tweet, seperti yang dilakukan Google dengan pencarian. Ini akan meningkatkan relevansi kontekstual secara dramatis," tulis Musk.

Baca Juga : Huadi Group Akui Pelanggaran Jam Kerja dan Upah Lembur dalam Perundingan dengan Serikat Buruh


Baca Juga : Huadi Group Akui Pelanggaran Jam Kerja dan Upah Lembur dalam Perundingan dengan Serikat Buruh


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Elon Musk #CEO Twitter #PHK #Fitur baru Twitter
Youtube Jejakfakta.com