Riau, jejakfakta.com - Tim Kemanusiaan Blue Helmet Indonesia berharap pemerintah daerah serius mitigasi bencana, berkaca dari kondisi iklim sekarang ini. Dan, fakta terkini, bencana alam longsor melanda daerah Pangkalan Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) yang mengakibatkan korban jiwa dan puluhan warga hilang, dalam pencarian sampai saat ini.
"Saya harap pemerintah daerah serius dan fokus dalam melakukan mitigasi dan adaptasi dini terhadap perubahan iklim yang berpotensi bencana di daerah masing-masing," kata Direktur Blue Helmet Indonesia, Sulfiadi Barmawi, kepada jejakfakta, Selasa (7/3/2023).

Menurut Sulfiadi, potensi bencana di daerah dapat dilihat dari hasil observasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang kemudian Pemda bisa melakukan pencegahan dini.
"Secara umum Indonesia berpotensi banjir dan longsor. Hampir setiap waktu kita saksikan bencana ini akibat curah hujan yang terus meningkat, efek dari perubahan iklim. Saya turut berdukacita atas korban bencana longsor kembali terjadi kemarin di Riau," tutur Sulfiadi.
Indonesia, lanjut Sulfiadi, juga dalam ancaman gempa karena berada di atas jalur ring of fire dan di atas sesar aktif yang berpotensi terjadinya gempa dangkal dan megathrust.
"Kita berharap mitigasi dan adaptasi yang dilakukan itu bisa mencegah kerugian materi maupun jiwa. Bentuk mitigasinya salah satunya dengan memetakan daerah rawan longsor, rawan banjir dan rawan rusak. Lalu upaya apa yang bisa dilakukan secara gotong royong atau kolaborasi agar dampaknya bisa dihindari," ujar Sulfiadi.

Senin (6/3/2023), hujan lebat dan longsor menimpa Desa Pangkalan, Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Riau. Data sementara, 10 warga meninggal dunia dan 50 warga hilang.
"Sekitar 50 orang belum ditemukan. Sementara Kapolres Natuna bersama 35 personel dalam perjalanan laut dari Ibu Kota Natuna Ranai ke Pulau Serasan dengan waktu tempuh 6 jam," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt dikutil dari detik.com, Senin (6/3/2023).
Harry menyampaikan pula, koneksi telekomunikasi di Pulau Serasan Natuna terputus akibat bencana tersebut. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




