Makassar - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Selatan siap ambil peran dalam penanganan kasus gizi kronis atau stunting di Sulsel.
PKK Sulsel mulai aksi nyata lewat program Rumah Gizi dan Ambulance Ibu dan Bayi yang diluncurkan di Gedung Kartini, Jl Masjid Raya, kota Makassar, Sulsel, Selasa (7/3/2023).

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman hadir menyampaikan sambutan bersama Ketua PKK Sulsel Naoemi Octarina.
Baca Juga : Paotere Jadi Etalase Pemberdayaan Perempuan, Melinda Aksa Tunjukkan UMKM dan Sekolah Pesisir ke Selvi Gibran

Gubernur berharap program dan sarana tersebut berjalan dengan penuh dedikasi.
“Tempatkan hati untuk membantu tidak usah tunggu perintah gubernur, saya mau semua direktur rumah sakit membuka diri," kata Andi Sudirman.
Baca Juga : Komitmen Perlindungan Anak, TP PKK Luwu Timur Ikut Dorong Percepatan Imunisasi Zero Dose di Sulsel
Gubernur menyatakan rumah sakit pemerintah itu untuk fungsi sosial.
"Tidak boleh ada orang tidak terawat ketika emergency karena tidak ada uang, semua harus bisa dibantu," tegas Gubernur Sudirman.

Baca Juga : Gelari Pelangi TP PKK Makassar, Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga dan Pendidikan Anak
Program PKK Sulsel ini bekerja sama dengan Pemprov dalam hal pengadaan bahan pangan dan enam rumah sakit Pemprov Sulsel
Keenam rumah sakit: RS Dadi, RS Sayang Rakyat, RS Haji, RS Fatimah, RS Pertiwi dan RS Labuang Baji.
RS Pemprov tersebut melayani 24 jam dalam penanganan ibu dan bayi serta pemberian mobile USG untuk ibu hamil.
Baca Juga : TP PKK Lutim Ikuti Pelatihan “Leadership with Heart” untuk Perkuat Kapasitas Kepemimpinan dan Komunikasi
Layanan program PKK ini berlaku di 24 kabupaten kota.

Naoemi Octarina mengatakan, program PKK ini juga memberikan intervensi langsung kepada ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) serta memberikan edukasi kepada ibu hamil (bumil) terkait stunting.
Baca Juga : Terima Tim Penilai SMEP, Ketua TP PKK Makassar Paparkan Program Urban Farming hingga TPS3R
“Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan tahun 2023, ternyata kita di Sulsel masuk 10 besar, sekitar 27 persen dalam kasus stunting perlu mengambil peran dalam kecepatan penurunan," kata Naoemi dalam sambutannya.

Naoemi berharap, dengan program tersebut, angka stunting dapat mencapai target nasional, "Yaitu 14 persen di tahun 2024.” (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




