Rabu, 08 Maret 2023 08:59

Atasi Stunting, Gubernur Sulsel Harap Perhatian Semua Direktur Rumah Sakit Pemprov

Editor : Ilham Mangenre
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Gubernur Sulsel Andi Sudirman sambutan launching Rumah Gizi di Gedung Kartini, Jl Masjid Raya, Makassar, Selasa (7/3/2023).
Gubernur Sulsel Andi Sudirman sambutan launching Rumah Gizi di Gedung Kartini, Jl Masjid Raya, Makassar, Selasa (7/3/2023).

Rumah Gizi PKK Sulsel bekerja sama dengan enam rumah sakit Pemprov Sulsel: RS Dadi, RS Sayang Rakyat, RS Haji, RS Fatimah, RS Pertiwi dan RS Labuang Baji. RS melayani 24 jam dalam penanganan ibu dan bayi serta pemberian mobile USG untuk ibu hamil.

Makassar - Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta semua rumah sakit Pemprov mendukung program Rumah Gizi dan Ambulance Ibu dan Bayi guan menurunkan angka kasus kurang gizi kronis pada anak atau stunting di Sulawesi Selatan.

“Tempatkan hati untuk membantu tidak usah tunggu perintah gubernur, saya mau semua direktur rumah sakit membuka diri," kata Andi Sudirman saat sambutan launching Rumah Gizi di Gedung Kartini, Jl Masjid Raya, Makassar, Selasa (7/3/2023).

Rumah Gizi dan Ambulance Ibu dan Bayi adalah program Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Paotere Jadi Etalase Pemberdayaan Perempuan, Melinda Aksa Tunjukkan UMKM dan Sekolah Pesisir ke Selvi Gibran

PKK bekerja sama dengan enam rumah sakit Pemprov Sulsel: RS Dadi, RS Sayang Rakyat, RS Haji, RS Fatimah, RS Pertiwi dan RS Labuang Baji.

RS pelat merah tersebut melayani 24 jam dalam penanganan ibu dan bayi serta pemberian mobile USG untuk ibu hamil. Layanan di 24 kabupaten kota.

Gubernur menyatakan rumah sakit pemerintah itu untuk fungsi sosial.

Baca Juga : Harganas 2026, Wali Kota Makassar Dorong Penguatan Tiga Pilar Keluarga demi Wujudkan SDM Unggul

"Tidak boleh ada orang tidak terawat ketika emergency karena tidak ada uang, semua harus bisa dibantu," tegas Andi Sudirman.

Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengatakan, program PKK ini juga memberikan intervensi langsung kepada ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) serta memberikan edukasi kepada ibu hamil (bumil) terkait stunting.

“Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan tahun 2023, ternyata kita di Sulsel masuk 10 besar, sekitar 27 persen dalam kasus stunting perlu mengambil peran dalam kecepatan penurunan," kata Naoemi dalam sambutannya.

Baca Juga : Peran Bidan Jadi Sorotan, Wakil Wali Kota Makassar Lepas Jalan Sehat HUT IBI ke-75

Naoemi berharap program PKK Sulsel turut mengurangi angka stunting dan dapat mencapai target nasional, yakni, 14 persen tahun 2024. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Naoemi Octarina #PKK Sulsel #Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga #Rumah Gizi dan Ambulance Ibu dan Bayi #Stunting
Youtube Jejakfakta.com