Papua, jejakfakta - Kini Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) berusia 62 tahun setelah dibentuk pada 6 Maret 1961. Satgas Yonif Raider 321/GT/13/1 Kostrad merayakan HUT 62 itu dengan membuat perubahan besar di wilayah pegunungan Papua, terutama di Distrik Mbua dan Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua.
Personel Pos Kotis Mbua dan Pos Dal Satgas Yonif Raider 321/GT/13/1 Kostrad, melalui program teritorial unggulan yakni menerangi bumi Papua dan membuat masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat, sukses membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Mbua.


Baca Juga : Praka Jumardi Dimakamkan di Lappariaja Bone, Korban Kebrutalan KKB di Papua Tengah
“Kegiatan pembangunan Ini merupakan suatu bentuk perhatian kami terhadap masyarakat di Papua Pegunungan, dengan memberikan karya terbaik guna menunjang keberlangsungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Komandan Satgas Yonif Raider 321/GT/13/1 Kostrad Letkol Inf Ricky J Wuwung, dalam keterangannya yang diterima jejakfakta, Kamis (9/3/23).
"Apa yang dilakukan oleh Personel Pos Kotis Mbua dan Pos Dal merupakan bukti nyata bahwa kami hadir untuk menjadi solusi bagi masyarakat salah satunya kendala tentang minimnya pencahayaan," kata Ricky menambahkan.

Baca Juga : Satgas Raider Gelar Pengobatan Gratis di Mbua Papua Pegunungan
Menurutnya, jarak dan juga kerawanan di Papua Pegunungan ini membuat timbulnya kendala yang mengakibatkan masyarakat hidup dalam kegelapan.
Tersebab itu, lanjut Ricky, pos terdekat yang berada di kawasan dengan permukiman masyarakat membuat suatu inovasi berupa pembangunan PLTMH dengan memanfaatkan arus sungai yang ada di sekitar pos.
"Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat menikmati aliran listrik selama 24 jam,” ujar Ricky.
Baca Juga : Merawat Fisik Merawat Patok Kedaulatan Perbatasan Indonesia - PNG

Sementara itu, Pasiter Satgas Yonif Raider 321/GT/13/1 Kostrad Letda Inf Sobirin, mengatakan, jauh hari sebelum berangkat ke medan operasi, pihaknya telah memikirkan dan menyiapkan hal-hal yang dapat membantu kesulitan masyarakat, salah satunya ialah masalah pencahayaan yang sejak dulu menjadi salah satu kendala bagi masyarakat Papua Pegunungan.
“Proses pembangunan PLTMH di Distrik Mbua memakan waktu sekitar dua bulan sedangkan untuk di Distrik Dal memakan waktu sekitar lima bulan, dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi namun karena kekompakan dan tekad untuk membuat suatu perubahan besar sehingga membuat Personel Satgas dan masyarakat tidak pernah mengenal lelah guna mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan di Papua Pegunungan ini," kata Sobirin.
"Mesin PLTMH tersebut mampu memberikan daya dan mendukung pencahayaan ke semua honai dan rumah yang ada di Distrik Mbua dan Distrik Dal. Tentunya dengan berhasilnya program tersebut masyarakat saat ini dapat menikmati listrik selama 24 jam,” Letda Inf Sobirin menambahkan.

Yohanes Kosumbre (49) selaku Pendeta di Distrik Mbua, mengaku terharu dan bangga dengan kepedulian Satgas Yonif Raider 321/GT/13/1 Kostrad terhadap masyarakat Mbua.
“Puji Tuhan, terima kasih kepada Satgas TNI 321, ini sangat luar biasa, kami sangat senang sekarang honai dan rumah sudah tidak gelap lagi, semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak TNI 321, Naura..Naura..Naura,” kata Yohanes Kosumbre.
Terpisah, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Nduga Robert Gwijangge menyampaikan apresiasi kepada para prajurit intai tempur tersebut.
“Terima kasih kepada Satgas Yonif Raider 321 Pos Dal yang telah menciptakan karya terbaik untuk masyarakat Distrik Dal karena saat ini masyarakat sudah bisa menikmati penerangan selama 24 jam layaknya daerah maju lainnya. Saya sangat bangga,” kata Robert Gwijangge.
Laporan: Papen Satgas Yonif Raider 321/GT Letda Chk Arya Yudhistira.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




