Makassar - Harga sembako di Makassar serba naik. Ada sejumlah faktor pemicu kenaikan kebutuhan dapur di Makassar menurut tanggapan pengamat ekonomi Unhas Makassar, Muhammad Agung Ady Mangilep, kepada jejakfakta, Rabu (8/3/23).
Pertama, cuaca ekstrem yg terjadi sejak awal tahun ini telah berkontribusi atas kegagalan panen beberapa produk pertanian khususnya sumber makanan khususnya tanaman pangan seperti beras dan lain-lain. Hal ini juga terjadi pada produk hortikultura seperti sayuran termasuk cabai.

Kedua, sebelumnya juga telah terjadi adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di beberapa daerah yang disusul dengan kenaikan harga BBM yang selain memberikan tekanan inflasi juga sempat menimbulkan kegaduhan yang mempengaruhi psikologis masyarakat. Semuanya berujung pada meningkatnya biaya distribusi termasuk pula untuk bahan makanan dan sembako.
Baca Juga : Ekonomi Pangkep Tumbuh 7,97%, Tertinggi se-Sulawesi Selatan & Kelima se-Sulawesi
Ketiga, faktor seasonal juga memberi andil. Seperti diketahui bahwa sebentar lagi umat muslim akan memasuki bulan Ramadhan yang mempengaruhi permintaan terhadap berbagai bahan makanan. Faktor ini memberikan tarikan besar bagi harga untuk naik. Fenomena ini membuat terjadinya demand-pull inflation.
Perlu dilakukannya operasi pasar secara reguler oleh instansi terkait agar kestabilan dan kepastian harga dapat dijaga. Selain itu diperlukan pemeriksaan dan penindakan terhadap kemungkinan terjadinya tindakan penimbunan barang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pada sisi supply, pemerintah dapat melakukan intervensi dengan menyediakan bibit dan pupuk bersubsidi agar dapat mendorong petani untuk bangkit berproduksi kembali walaupun cuaca ekstrim masih berpotensi terjadi.
Baca Juga : Penduduk Miskin Pangkep Turun, Raih Peringkat Kedua Penurunan Tertinggi se-Sulsel
Pada level masyarakat, upaya pemerintah untuk mengarahkan masyarakat agar menghijaukan lahan di sekitarnya dengan sayuran dan umbian dapat turut menjaga kestabilan suplai.
Kita berharap tidak terjadi kenaikan maupun interferensi pada sektor transportasi umum dan barang demi terjaganya kestabilan harga.
Dengan kondisi yang sekarang ini, di mana permintaan harga masyarakat tidak sesuai dengan ketetapan harga yang diterapkan, makan sangat perlu dilakukan kerjasama antara masyarakat dan pemerintah.
Baca Juga : Harga Cabai Besar di Pasar Toddopuli Tembus Rp60 Ribu Jelang Idul Adha
Kerjasama pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi kondisi sekarang ini. Semoga beberapa waktu ke depan tidak terjadi gangguan atas dinamika harga pasar di Makassar dan kota lain di Indonesia.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




