Jejakfakta.com, Pinrang - Jika melintas di jalan menuju ke Kecamatan Batulappa, Poros Lome - Batulappa Kabupaten Pinrang, warga merasakan seperti dalam ayunan. Kendaraan terpaksa harus jalan perlahan.
Dalam perjalanan sepanjang 7 km, tepatnya mulai dari Dusun Lome, Desa Massewae menuju Bila, Desa Tapporang, Kecamatan Batulappa, jalan berlubang dan rusak parah.

Reporter Jejakfakta.com mencoba mengukur waktu tempuh di jalan yang rusak dan berlubang, Kamis (2/3/2023). Posisi di ujung jalan Bila, Desa Tapporang tombol tripmeter dan odometer kemudian dinyalakan hingga di Dusun Lome, tepatnya di Jalan Poros Pinrang - Polewali Mandar, Sulbar.
Baca Juga : Gerak Cepat Munafri Jawab Keluhan Warga, Jalan Rusak Metro Tanjung Bunga–Barombong Langsung Ditambal
Saat tombol tripmeter ditutup, waktu tempuh yang digunakan sekitar 45 menit perjalanan.
Jika kita mengukur Waktu = Jarak/Kecepatan. Waktu = 7km/ (60km/jam) = 7/60 jam = 7 menit. Jadi, waktu yang diperlukan adalah 7 menit.
Karena waktu = jarak dibagi kecepatan, maka waktu yang diperlukan adalah 7km dibagi 60 km/jam. Bisa ditulis 7km : 60 km X jam = 7/60 jam. Karena dalam 1 jam ada 60 menit, maka waktu yg diperlukan adalah 7/60 X 60 menit = 8 menit.
Baca Juga : Munafri Tinjau Jalan Terjal Rusak di di Romang Tangayya Akan Diperbaiki, Anggaran Rp 4 Miliar
Sakka (27), warga Desa Batulappa mengeluhkan jalan rusak dan berlubang saat melintas di sepanjang jalan pinggir irigasi ini. Ia mengaku, jalan rusak ini memakan waktu lama saat menggunakan roda empat.
"Biasanya kalau jalan mulus dalam jarak 7 km, hanya 8 sampai 10 menit sudah sampai mi. Di jalan ini lama sekali sampai," ujar Sakka, saat ditemui Jejakfakta.com.
Tak hanya itu, Nurul Fajriyah, warga Makassar yang baru berkunjung dari Desa Batulappa mengaku, capek saat melintas di jalan tersebut. Seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah.
Baca Juga : Pegawai Bank Plat Merah di Pinrang Diduga Gelapkan Dana Kredit Pensiunan Rp 2,9 Miliar
"Capek. Mobil goyang seperti dalam ayunan, sampai keringatan," terang Nurul.

Baca Juga : Di Rapat Paripurna, DPRD Makassar Desak Pemkot Atasi Jalan Rusak dan Banjir
Sakka berharap, ada perhatian pemerintah untuk menangani masalah ini. "Batulappa juga butuh perhatian. Dari dulu jalan rusak, harus menjadi perhatian pak Bupati dan pihak terkait," harapnya.
Tak hanya itu, kata Sakka, jembatan Bila di Desa Tapporang nyaris ambruk. Jembatan ini satu-satunya akses jalan warga kecamatan Batulappa menuju Kota Pinrang.
"Itu jembatan Bila mau mi roboh, bahaya sekali. Harus diperbaiki segera," keluh Sakka.
Baca Juga : Demi Jalan Mulus, Pemprov Sulsel Potong 50 Persen Tunjangan Pegawai
Data BPS tahun 2022, jumlah penduduk kecamatan Batulappa sebanyak 11.281 jiwa.
Diketahui, aktivitas mobil dump truk pengangkut material tambang galian yang berlalu lalang di jalur tersebut cukup padat setiap harinya yang diduga menjadi penyebab utama kerusakan jalan di jalur ini.
Pemkab Pinrang seolah menutup mata atas keluhan warga terkait persoalan aktivitas tambang galian tersebut. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




