Selasa, 21 Maret 2023 22:46

Jusuf Kalla Tegaskan Siapapun Tidak Boleh Berkampanye di Masjid

Editor : Nurdin Amir
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat, Jusuf Kalla (JK). @Jejakfakta/Rudi Gunawan
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat, Jusuf Kalla (JK). @Jejakfakta/Rudi Gunawan

DMI sudah mengeluarkan edaran masjid itu harus steril dari politik praktis tidak boleh berkampanye di masjid.

Jejakfakta.com, Medan - Jelang bulan Ramadan 1444 Hijriyah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat, Jusuf Kalla (JK), kembali menegaskan larangan kepada semua pihak baik personal maupun organisasi partai politik menggunakan masjid sebagai tempat untuk berkampanye politik praktis.

Menurutnya JK, jika masjid dipergunakan untuk berkampanye politik praktis akan menjadikan masjid sebagai tempat untuk menyanjung dan menjelekkan pihak lain.

Hal itu disampaikan JK saat memberi sambutan pada acara pelantikan pengurus DMI Propinsi Sumatera Selatan Periode 2023-2028 di Masjid Agung Palembang, Selasa (21/03/2023).

Baca Juga : JK: Presiden Terpilih Harus Mampu Selesaikan Persoalan Hutang Negara

“DMI sudah mengeluarkan edaran masjid itu harus steril dari politik praktis tidak boleh berkampanye di masjid. Karena kalau semua microphone boleh dipakai oleh 24 parpol nanti bingung masyarakatnya, yang ada masjid jadi tempat menyanjung dan menjelekkan orang," ujar JK.

"Kalau di lapangan silakan tapi tidak di masjid, siapapun tidak boleh kampanye di masjid," tambahnya.

Meskipun melarang masjid untuk dijadikan tempat berkampanye politik praktis, tapi JK mempersilakan masjid digunakan sebagai wadah untuk melakukan sosialisasi politik.

Baca Juga : Rayakan Ultah ke 81, Pesan JK Kepada Generasi Muda: Tetap Jaga Otak dengan Banyak Belajar

Dalam hal ini masjid boleh dijadikan tempat bagi petugas pemilu untuk mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya atau memberikan sosialisasi tentang tata cara pelaksanaan pemilu.

“Kalau berbicara politik boleh, misalnya mengajak jamaah untuk mendaftarkan diri jadi pemilih, boleh saja karena itu demokrasi. Termasuk mengajak masyarakat pada tanggal 14 Februari 2024 ke TPS, itu boleh karena mendukung pemilu yang jujur dan adil," tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Bulan Ramadan #Jusuf Kalla #JK #Masjid #Politik Praktis #Sosialisasi politik
Youtube Jejakfakta.com