Salah satu penemuan yang sangat spektakuler adalah hubungan yang tercipta dan berawal dari niatan (intention) yang dapat saja dicetuskan melalui ucapan maupun pikiran kemudian membentuk pola energi yang memengaruhi sel dan akhirnya mengubah segala sesuatu hingga terjadi masalah kesehatan --atau-- malah membereskan masalah kesehatan.
Keberadaan manusia sebagai mahluk fisik tidak mungkin dipahami secara terpisah dari apa yang manusia itu pikirkan dan rasakan, karena sel-sel tubuh secara langsung dan penuh daya dipengaruhi oleh kesadaran: setiap pemikiran menciptakan sebuah molekul.

Setiap bagian dari tubuh fisik manusia dipengaruhi dan diciptakan oleh pemikiran, perasaan, dan aspirasi spiritual. Penelitian biofeedback menunjukkan bahwa bahkan sebuah sel saraf saja dapat dipengaruhi oleh kesadaran terlatih dan terfokus.
Baca Juga : TP PKK Makassar Gelar Sosialisasi Rumah Gizi: Dorong Edukasi dan Cegah Stunting Sejak Dini
Dengan kata lain, kesehatan dan kesejahteraan sel-sel tubuh (nantinya menjadi organ dan fungsi sistem tubuh manusia) dapat bermasalah hanya karena manusia tersebut secara berulang-berulang dipengaruhi oleh suatu pemikiran, ditekan oleh emosional, dan pertumbuhan spiritual yang terhambat. Dengan demikian, penanggulangannya pun kembali pada akar permasalahannya: bagaimana persepsi diri orang tersebut, bagaimana ia melihat masalah yang menderanya sekian lama, dan sebaliknya mengikhlaskan diri untuk melepaskan hal-hal yang selama ini "memberi makan" sel-sel tubuhnya dengan vibrasi yang merugikan.
Dr. Tan Shot Yen (2009: 88-89)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




