Jejakfakta.com, Makassar - Saat bulan puasa seperti sekarang ini, biasanya kurang berselera untuk makan. Apalagi menu itu-itu saja.
Untuk membangkitkan selera makan, di Makassar, Sulawesi Selatan, hidangan tradisional Paria Kambu atau Pare dan Lawara bisa menjadi pilihan menu berbuka puasa dan sahur. Makanan khas Bugis-Makassar ini pastinya akan membuat anda makin berselera makan.

Paria Kambu atau Pare dikenal sebagai buah yang khas dengan rasa pahitnya. Namun, di tangan orang Bugis-Makassar, Sulawesi Selatan, paria diolah menjadi sayur berisi ikan yang sudah dihaluskan dicampur parut kelapa goreng dengan rasa gurih.
Baca Juga : ASN Luwu Timur Masuk Komcad Sulsel 2026, 8 ASN Resmi Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara
Melihat penampilan dan mencium sedikit aroma masakan ini sudah dapat mengundang selera untuk segera mencicipinya.
Masakan ini dapat dengan mudah kita temukan di Pasar jajanan kuliner Ramadan yang tersebar di sejumlah titik di Kota Makassar.
Nur Suryani, salah satu pedagang jajanan kuliner di Jalan Mappanyukki, Makassar, sejak lama menjajakan makanan khas ini mengaku Paria Kambu menjadi sayur paling laris di Pasar Jajanan Ramadan.
Baca Juga : Eksaminasi Publik Bongkar Dugaan Kekeliruan Fatal Putusan Buruh KIBA, Dinilai Ancam Hak Pekerja Nasional
"Biasanya cepat habis, banyak warga yang mencarinya," ujar Suryani kepada Jejakfakta.com di Pasar Ramadan Mappanyukki Makassar.
Umumnya, Paria Kambu dijual dengan harga Rp10.000 dan pembeli sudah bisa mendapatkan tiga atau empat potongan Paria yang bisa dinikmati sebagai hidangan santap malam selepas buka puasa.
"Tiga atau empat potong Paria Kambu dijual Rp10.000," katanya.
Baca Juga : Diskominfo Makassar Gandeng Apple Developer Academy, Perkuat Talenta Digital Mahasiswa
Paria Kambu, selain unggul dengan rasanya yang sedikit pahit dan janah (gurih) dicampur kuah santan, juga bermanfaat bagi kesehatan, dimana buah Pare berkhasiat untuk mengobati cacingan, menambah nafsu makan dan kaya dengan zat besi yang merupakan kandungan dari ikan teri.
"Enak untuk santapan makan malam selepas buka puasa," katanya.
Lawa Jantung Pisang merupakan makanan yang paling diincar warga Makassar saat Ramadan. (dok. Liputan6.com)
Baca Juga : Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar
Selain Paria Kambu, menu lain yang dapat menggugah selera adalah Lawara, makanan khas Makassar, Sulawesi Selatan ini. Dalam bahasa setempat, Lawa atau Lawara berarti dihancurkan hingga remuk secara tradisional.
Efendi, selama puluhan tahun menjajakan menu tradisonal ini. Di bulan Ramadan saangat laris. Lawara merupakan makanan yang berbahan dasar jantung pisang dan ikan dicampur kelapa.
"Dijamin, menu ini akan memberikan cita rasa yang berbeda buat lidah anda. Tegasa segar, ringan dan tidak membebani perut," terang Efendi.
Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas
Di bulan Ramadan, makanan khas ini sangat disukai warga sebagai makanan santapan selepas buka puasa. Harga yang ditawarkan bervariasi, yakni Rp.5.000 hingga Rp.10.000 per bungkusnya.
"Lawa ini bisa menjadi lauk sekaligus sayur yang bisa dimakan dengan nasi putih," kata Wahyuni, warga Makassar.
Tak hanya itu, lalapan khas Donge-Donge yang terbuat dari rumput laut dicampur mangga dan kelapa parut. Tumis Bunga Pepaya dan Pakis campur bumbu dan racca mangga, menjadi menu andalan khas Makassar yang nikmat disajikan pada menu makanan buka puasa.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




