Jumat, 28 April 2023 14:00

Muhammadiyah Bukan Orang Kolot, Andi Sudirman: Bentuk Karakter Moral Kepemimpinan yang Kuat

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Nurdin Amir
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan sambutan Syawalan PW Muhammadiyah Sulsel di Kampus Unismuh Makassar, Jumat (28/04/2024). @jejakfakta/Nurdin Amir
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan sambutan Syawalan PW Muhammadiyah Sulsel di Kampus Unismuh Makassar, Jumat (28/04/2024). @jejakfakta/Nurdin Amir

Dalam kepemimpinan, kata Andi Sudirman, penting memegang prinsip 'Iyami riala parewa bola aju malurue' (yang diambil pasak rumah adalah kayu yang lurus saja). Artinya kita butuh pemerintahan yang memiliki integritas yang kuat.

Jejakfakta.com, Makassar - Semangat perserikatan Muhammadiyah bukanlah orang kolot, bukan orang terbelakang. Menyambungkan kedua ilmu pengetahuan dan ilmu agama, hal itu penting dilakukan untuk membentuk karakter moral kepemimpinan yang kuat.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman usai meresmikan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel, Masjid Pusdam Sulsel dan Observatorium saat pelaksanaan Syawalan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kampus Unismuh Makassar, Jumat (28/04/2024).

Menurutnya, Muhammadiyah tidak mau ketinggalan zaman, tapi juga masalah-masalah syariah juga tidak ketinggalan dan didukung dengan teknologi.

Baca Juga : Munafri Hadiri Silaturahmi dengan Mensos di Sulsel, Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

"Saya tahu semangat Muhammadiyah, yang pertama dibangun adalah teknologi observatorium. Ini artinya Muhammadiyah bukan orang kolot, bukan orang terbelakang. Kedua, pusat dakwah, ketiga tempat masjidnya. Ketiga-tiganya orang cari," ujar Andi Sudirman.

Andi Sudirman menyampaikan di masyarakat kita khususnya di Sulawesi Selatan bertabur orang pintar dan cerdas. Tapi yang terpenting, perlu pemimpin yang memiliki moral kepemimpinan yang kuat.

"Menyambungkan kedua ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Teknologi dan imtaknya, disinilah kita semuanya. Karena yang kita mau bentuk adalah karakter pemimpin moral kepemimpinan yang kuat," jelasnya.

Baca Juga : Wabup Lutim Hadiri Hari Jadi ke-24 Kota Palopo, Perkuat Sinergi Pembangunan Regional

Dalam kepemimpinan, kata Andi Sudirman, penting memegang prinsip 'Iyami riala parewa bola aju malurue'  (yang diambil pasak rumah adalah kayu yang lurus saja).

"Artinya kita butuh pemerintahan yang memiliki integritas yang kuat. Tidak lain pekerjaannya hanya itu menjaga anggaran dan kemudian kesejahteraan orang banyak," terangnya.

"Raja-raja Saudi bilang saya ini bukan raja sebenarnya, saya ini penjaga dua masjid suci," meniru ungkapan Raja Saudi.

Baca Juga : Survei: 84,9% Warga Dukung Penertiban PKL, Legitimasi Publik Perkuat Langkah Pemkot Makassar

Bagi Andi Sudirman, pemimpin sudah seyogyanya dia menjadi penjaga amanah rakyat untuk pengelolaan anggaran yang jujur. "Supaya tidak banyak lari-lari salah, kan itu yang paling penting," tegasnya.

Di dalam pemerintahan ini, tegas Andi Sudriman, butuh kepemimpinan yang memeliki rasa kepemilikan tinggi.

"Susah mendapatkan itu kecuali dengan yang memiliki integritas dan moral kepemimpinan yang kuat. Berat," tuturnya.

Baca Juga : Tempa Mental ASN di Latsarmil Komcad, Bupati Talenrang: Disiplin dan Loyalitas Harga Mati

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meresmikan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel, Masjid Pusdam Sulsel dan Observatorium di Kampus Unismuh Makassar, Jumat (28/04/2024). @Jejakfakta/Nurdin Amir

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Prof. Ambo Asse menyampaikan pembangunan gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) di Jalan Perintis Kemerdekaan juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah gedung Dakwah Muhammadiyah mendapat bantuan bapak Gubernur. Mulai dari pak Syahrul, kemudian Nurdin Abdullah, kemudian pak Andi Sudirman. Alhamdulillah dana dari Provinsi masuk ke gedung dakwah Muhammadiyah adalah Rp 4 Miliar," kata Ambo Asse.

Baca Juga : Silaturahmi Akbar Pemprov Sulsel, Munafri–Aliyah Perkuat Sinergi Lintas Daerah dan Jejaring Kolaborasi

Tak hanya itu, Pemprov Sulsel juga membantu biaya tambahan pembangunan observatorium sebanyak Rp650 juta. Observatorium PW Muhammadiyah Sulsel ditempatkan di lantai 18 Gedung Iqra Kampus Unimuh Makassar.

"Biaya untuk pembangunan observatorium hampir Rp 2 Miliar, kemudian Masjid alhamdulillah semua dari dana Universitas Muhammadiyah Makassar," jelasnya.

Ambo Asse mengungkapkan setelah diresmikannnya pembangunan gedung Pusdam, Masjid dan Observatorium bisa bermanfaat untuk masyarakat.

"Mudah-mudahan ini semua akan bermanfaat lebih besar kepada ummat-ummat kita. Ya sekalipun observatorium itu ada, ya tetap kita melakukan pemantauan dan tetap menggunakan Hisab Wujudul Hilal oleh perserikatan Muhammadiyah," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#perserikatan muhammadiyah #ilmu pengetahuan #ilmu agama #katekter moral #kepemimpinan yang kuat #Gubernur Sulawesi Selatan #Andi Sudirman Sulaiman #pusat dakwah muhammadiyah sulsel #teknologi observatorium #ambo asse
Youtube Jejakfakta.com