Kamis, 11 Mei 2023 10:28

Pemerintah Diduga Utang Minyak Goreng Rp 1,1 Triliun ke Pengusaha, Temuan KPPU

Minyak goreng murah program pemerintah, Minyakita Rp 14 ribu per liter.
Minyak goreng murah program pemerintah, Minyakita Rp 14 ribu per liter.

KPPU menemukan angka tunggakan Rp 1,1 triliun setelah menjumlah tunggakan ke pengusaha ritel-ritel modern dan ke produsen minyak goreng serta distributor.

Jakarta - Kisruh program minyak goreng murah pemerintah memanas menyusul sikap pengusaha ritel yang mengancam akan memboikot minyak goreng di toko-toko mereka.

Ancaman pengusaha sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang diduga menunggak utang ke pelaku usaha yang nilainya diperkirakan triliunan.

Kementerian Perdagangan yang belakangan menuai banyak tuntutan pengusaha atas kisruh migor murah.

Baca Juga : 9 Anggota KPPU Periode 2024-2029, Fokus Pertama Sektor Tambang hingga Konstruksi

Seperti diberitakan CNBC Indonesia, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkapkan, akibat tidak dilaksanakannya kebijakan Permendag Nomor 3 Tahun 2022, diperkirakan terdapat tagihan rafaksi atau selisih bayar minyak goreng sebesar Rp 1,1 triliun yang tidak dibayarkan. Angka tersebut jauh lebih besar dari sebelumnya yang hanya Rp 344 miliar.

KPPU menemukan angka Rp 1,1 triliun setelah menjumlah tunggakan ke pengusaha ritel-ritel modern dan ke produsen minyak goreng serta distributor.

"Untuk produsen minyak goreng dan distributor diperkirakan kerugiannya mencapai Rp 700 miliar sehingga kemudian untuk ritel mencapai Rp 334 miliar. Jadi total tagihan rafaksi pada bulan Januari 2022 itu mencapai Rp 1,1 triliun," kata Direktur Ekonomi KPPU Mulyawan Ranamanggala dalam jumpa pers, Rabu (10/5/2023).

Baca Juga : Jokowi Kunjungi Pasar Terong, Pedagang Harap Harga Minyak Goreng Kembali Stabil

Mulyawan menjelaskan, harga minyak goreng pada Januari 2022 mencapai lebih dari Rp 20.000 per liter, sehingga untuk meredam kenaikan harga yang cukup signifikan dan cepat itu, maka pemerintah mengeluarkan Permendag nomor 3 tahun 2022 dengan mempertimbangkan kepentingan publik dan nasional.

"Sehingga harga minyak goreng sebesar Rp14.000 per liter Itu bisa tercapai oleh masyarakat. Memang dalam analisis kami bahwa harga Rp 14.000 itu pada awalnya merupakan harga yang disubsidi oleh pemerintah, yaitu dengan mempertimbangkan adanya selisih harga acuan keekonomian (HAK) dengan harga eceran tertinggi (HET). HAK sendiri itu ditetapkan nilainya Rp 17.260," kata Mulyawan.

"Ini juga menjdi catatan kami bahwa HAK itu di bawah harga rata-rata di Januari 2022, yaitu sebesar Rp20.914. Jadi ini cukup signifikan juga karena selisihnya hampir Rp3.000," katanya.

Baca Juga : KPPU Makassar Periksa Distributor Curang Minyakita, Modusnya Paket Produk Lain

Pemerintah telah menetapkan minyak goreng di tingkat konsumen dijual dengan HET Rp 14.000, sehingga ada selisih lagi sebesar Rp 3.260 dari HAK. Dan selisih inilah yang menurut Permendag nomor 3 tahun 2022 akan dibayarkan melalui dana BPDPKS.

"Namun, karena pada waktu itu kebijakan Permendag Nomor 3 Tahun 2022 dirubah, subsidi ini tidak (lagi) berlaku. Karena permendag nomor 6 tahun 2022 yang sebagai pengganti Permendag 3 tidak mengatur lagi mengenai subsidi," kata Mulyawan.

Mulyawan menyampaikan pihaknya juga menganalisis bahwa pelaku usaha mengalami dua kali kerugian. Ada kerugian harga keekonomian minyak goreng, yaitu dari Rp 20.000 di pasaran menjadi Rp 17.260. Kemudian yang kedua adalah selisih antara HAK dan HET yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga : Kenaikan Harga Minyak Goreng karena Pasokan Menipis

"Sehingga kami menilai bahwa di sini terdapat 2 kali kerugian yang diterima pelaku usaha."

Dan pelaku usaha, lanjut Mulyawan, KPPU menilai sudah sesuai dengan koridor peraturan bahwa mereka meminta haknya ini agar nilai rafaksi diganti sesuai dengan Permendag 3 Tahun 2022 melalui BPDPKS. (CNBCIndonesia).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Minyakita #Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) #rafaksi #tunggakan pemerintah #program minyak goreng murah #Mulyawan Ranamanggala #migor bersubsidi
Youtube Jejakfakta.com