Ahad, 23 Juli 2023 07:29

LemINA Sambut Hari Anak Nasional, Hak Bermain hingga Layanan Pendidikan Harus Dipenuhi

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Lemina mengadakan Festival Anak Makassar yang dihadiri puluhan orang tua, guru dan anak dari beberapa sekolah di Benteng Roterdam Makassar, Sabtu (22/7/2023). @Jejakfakta/Atri
Lemina mengadakan Festival Anak Makassar yang dihadiri puluhan orang tua, guru dan anak dari beberapa sekolah di Benteng Roterdam Makassar, Sabtu (22/7/2023). @Jejakfakta/Atri

Di Kota Makassar, masih tinggi kekerasan terhadap anak, pekerja anak, angka perkawinan anak.

Jejakfakta.com, Makassar - Menyambut Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati pada tanggal 23 Juli 2023, Yayasan Lembaga Mitra Ibu dan Anak (Lemina) mengadakan Festival Anak Makassar yang dihadiri puluhan orang tua, guru dan anak dari beberapa sekolah.

Kegitan yang digelar di Benteng Roterdam Makassar, Sabtu (22/7/2023) menghadirkan stand edukasi seperti edukasi soal kesehatan, pengenalan kebudayaan serta edukasi hak-hak anak.

Ketua Yayasan Lemina, Suhartini mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai edukasi untuk orang tua, guru, dan anak bahwa seorang anak seharusnya berhak mendapatkan hak-haknya.

Baca Juga : Di Tengah Banjir Informasi Digital, Melinda Aksa Minta Kader PKK Jadi Pelopor Literasi Internet

"Beberapa hak anak yaitu; perlindungan hak bermain, berkreasi, pendidikan, mendapatkan pelayanan kesehatan dan juga beberapa hak lainnya yang tentunya akan ditemukan di rumah dan lingkungan disekolah," ujarnya.

Menurut Suhartini, banyak anak putus sekolah, melakukan kriminal dan nikah dini disebabkan karena hak-hak anak yang tidak terpenuhi, salah satunya masalah perekonomian.

"Ternyata hak anak-anak itu ada yang terselubung ada beberapa hak karena lingkungan, ada karena memang hak ekonomi yang tidak memadai sehingga tidak bisa melanjutkan sekolahnya dan ada juga karena memang harus membantu orang tuanya mencari nafkah, sehingga ada yang putus sekolah," jelasnya.

Baca Juga : Pemuda di Gowa Ditangkap, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual terhadap Anak dan Sebarkan Foto Korban

Kemudian Suhartini juga menyinggung soal upaya penegasan Zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), untuk mempermudah orang tua dalam mengakses persekolahan.

"Zonasi itu penting agar mendapakan siswa ke sekolah agar mudah dijangkau. Agar tidak ada anak-anak yang putus sekolah. Karena saya kira juga guru disebarluaskan dan mencukupi sekolah," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Irma Awalia mengajak seluruh elemen untuk bisa melakukan upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak.

Baca Juga : Pemkab Gowa Komitmen Wujudkan Daerah Ramah Anak

"Banyak permasalahan di Kota Makassar, masih terjadinya kekerasan terhadap anak, masih tingginya pekerja anak, masih tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak dan juga masih tingginya angka perkawinan anak," jelasnya. (*)

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Baca Juga : Dari Kakao untuk Masa Depan Anak: Gerakan Senyap Perempuan Desa Mengubah Rantai Pasok di Sulawesi Selatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Hari Anak Nasional #Festival Anak Makassar #Ketua Yayasan Lemina #Suhartini #Irma Awalia #pemenuhan hak anak #Perlindungan Anak
Youtube Jejakfakta.com