Selasa, 25 Juli 2023 12:03

Cegah Stunting, PKK Sulsel Kampanyekan Makanan Bahan Pangan Lokal

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Sejumlah ibu-ibu PKK dari 23 PKK kabupaten/kota memeriahkan kampanye B2SA dengan melakukan pengelolaan bahan pangan dengan cara memasak menu khas dari daerah masing-masing, di Rujab Gubernur Sulsel, Selasa (25/7/2023). @Jejakfakta/Atri
Sejumlah ibu-ibu PKK dari 23 PKK kabupaten/kota memeriahkan kampanye B2SA dengan melakukan pengelolaan bahan pangan dengan cara memasak menu khas dari daerah masing-masing, di Rujab Gubernur Sulsel, Selasa (25/7/2023). @Jejakfakta/Atri

Mendorong anak jadi sehat dan menjadi generasi tidak banyak makan junk food.

Jejakfakta.com, Makassar - Untuk mencegah stunting, masyarakat diminta untuk mengubah pola pikir dengan mongkonsumsi gizi yang seimbang untuk anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, saat kampanye bahan pangan lokal dalam pengelolaan yang lebih sehat di Baruga Pattingalloang, Rujab Gubernur Sulsel, Selasa (25/7/2023).

Menurutnya, kampanye pangan lokal untuk mengurangi konsumsi masyarakat pada makanan cepat saji (junk food).

Baca Juga : Wabup Lutim Hadiri Hari Jadi ke-24 Kota Palopo, Perkuat Sinergi Pembangunan Regional

Naoemi mengatakan, kampanye ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam pengelolaan makanan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.

"Menyediakan menu sehat dari pangan lokal di daerah masing-masing. Jadi tidak hanya mengonsumsi karbohidrat saja. Tapi juga makan makanan protein nabati dan juga buah buahan," kata Naoemi.

Selain itu, kata Naoemi kegiatan ini juga merupakan salah satu dari pencegahan stunting yang dimana memanfaatkan bahan pangan lokal untuk menjadi menu B2SA.

Baca Juga : Putus Mata Rantai Kawin Anak–Stunting, Bupati Gowa Gerakkan Majelis Ta’lim hingga KUA Turun ke Desa

"Untuk mencegah stunting, mengubah pola pikir masyarakat untuk gizi yang seimbang untuk anak-anak," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, angka stunting di Sulsel menurun. Namun diimbau agar masyarakat tetap melakukan pencegahan dengan mengkonsumsi menu B2SA.

"Mendorong anak jadi sehat. Mendorong generasi kita tidak menjadi generasi banyak makan junk food," ujarnya.

Baca Juga : Survei: 84,9% Warga Dukung Penertiban PKL, Legitimasi Publik Perkuat Langkah Pemkot Makassar

Usai pelaksanaan kampanye B2SA TP PKK Sulsel, setiap kabupaten/kota akan mendapatkan buku menu yang dirancang dengan menu dari khas makanan Sulsel.

"Nanti didaftar menunya kita ada list pilihan sehingga PPK nanti punya buku produk yang dari hasil makanan Sulsel lengkap dengan bahan baku dan cara masaknya dan nanti di share," pungkasnya.

Kampanye B2SA ini diikuti oleh 23 PKK kabupaten/kota dengan melakukan pengelolaan bahan pangan dengan cara memasak menu khas dari daerah masing-masing. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Mengkonsumsi Gizi #Naoemi Octarina #pangan lokal #Makanan cepat saji #pencegahan stunting #Andi Sudirman Sulaiman
Youtube Jejakfakta.com