Jejakfakta.com, Makassar - Pertandingan bulutangkis yang dilaksanakan dalam rangka 354 Tahun Sulsel dan HUT Kemerdekaan RI, di Gedung Olahraga (GOR) Kantor Gubernur, diwarnai kericuhan, Selasa (1/8/2023). Kericuhan tersebut kemudian viral di sosial media.
"Iya benar, kejadiannya itu tadi siang di lapangan bulutangkis Pemprov Sulsel," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Andi Arwin Azis kepada wartawan, Selasa (1/8/2023).

Arwin menjelaskan, kericuhan terjadi berawal saat pihak suporter Satpol PP Sulsel kecewa dengan keputusan wasit yang diduga merugikan timnya, hingga berujung aksi pemukulan.
Baca Juga : Bupati Luwu Timur Dukung Penuh Program Winner Puteri Ekraf Sulselbar 2026 untuk Majukan UMKM
"Satpol menjadi salah satu peserta. Saat pertandingan, ada beberapa satpol merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit dan khususnya hakim garis yang merugikan pebulutangkis satpol," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, kata Arwin, tim bulutangkis Satpol PP Sulsel ditarik seluruh atletnya dari pertandingan dan tidak boleh lagi mengikuti pertandingan tersebut.
"Ini tidak seharusnya mereka lakukan dengan melakukan langkah-langkah yang tidak etis seperti itu. Itu wujud kekesalan mereka dengan kepemimpinan wasit. Berimbas dan ribut dengan suporter pendukung lainnya," jelasnya.
Baca Juga : Masuk Tahap Wawancara Jamsostek Award 2026, Bupati Gowa Komitmen Perluas Perlindungan Pekerja
Usai kejadian, kata Arwin, kedua pihak yang sempat terlibat kericuhan sudah dipertemukan dan sepakat damai. Namun, Kasatpol PP menegaskan akan menindak pelaku pemukulan.
"Yang terekam dikamera itu, sudah ada dua orang yang terindentifikasi yang saat ini sedang lakukan investigasi dengan melakukan sidang kode etik," tegasnya.
Kedua oknum Satpol PP yang melakukan pemukulan segera dilakukan pemeriksaan dan terancam akan dijatuhi sanksi yang berat, seperti pemecatan.
Baca Juga : Paredes Picu Kericuhan Final Piala Dunia 2026, Cekik Eric Garcia hingga Banting GaviĀ
"Sidang kode etik nantinya akan menjatuhkan sanksi kepada oknum tersebut. Oknum itu sudah teridentifikasi dua orang yang melakukan pemukulan," tuturnya.
Saat ini, situasi sudah kembali kondusif dan pertandingan bulutangkis antar satuan perangkat daerah se-Sulawesi Selatan kembali dilanjutkan.
"Sekarang pertandingan sudah berjalan normal dan keikutsertaan satpol sudah kami tarik dan kami lebih memilih fokus pada pengamanan pertandingan yang akan berlangsung selama 3 hari ke depan," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




