Jejakfakta.com, Makassar - PT Pertamina Patra Niaga mengklaim kelangkaan gas Elpiji 3 Kg atau gas Melon karena peningkatan kebutuhan masyarakat di Sulawesi Selatan. Dilaporkan sejak bulan Juni ada akumulasi peningkatan kebutuhan.
"Sejak bulan Juni mulai cek di lapangan ada akumulasi peningkatan kebutuhan, karena ada libur anak sekolah, haji, hajatan. Kita dengan Pemprov Sulsel khususnya di bagian Dinas ESDM sudah cek ke lapangan di pangkalan-pangkalan," ujar Hendrar Saputra, Sales Branch Manager I Sulselbar, PT Pertamina Patra Niaga, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Komisi B DPRD Sulsel, Jum'at (4/8/2023) kemarin.

Sementara Ketua komisi B DPRD Sulsel, Firmina Tallulembang mengatakan mendesak Gubernur Sulsel untuk membuat kebijakan terkait aturan para pengecer gas Elpiji 3 Kg, memberikan harga tetap Rp. 21 ribu per gas subsidi.
Baca Juga : Bupati Luwu Timur Hadiri Peringatan HUT ke-356 Provinsi Sulawesi Selatan
"Ditetapkan pengecer itu 21 ribu, yang di kota Makassar, yang di luar mungkin masih ada transportasi, tapi harus ada ketegasan gubernur membuat SK," tegasnya.
Sesaui arahan pemerintah pusat, bahwa tidak akan ada lagi pengecer tapi akan dinaikkan statusnya sebagai pangkalan, agar harga dapat lebih terkendali di 2024 mendatang.
Selain itu, Anggota Komisi B DPRD Sulsel, Wahyuddin menuturkan bahwa pemerintah hanya mengatur harga dari agen hingga ke pangkalan, tidak dengan pengecer.
Baca Juga : Massa Bakar Gedung Utama DPRD Sulsel Sabtu Dini Hari, Kota Makassar Mencekam
"Pangkalan ke pengecer itu tidak jelas keuntungannya, tidak diperhitungkan pemerintah, sehingga terjadi pembiaran kenaikan harga," terangnya.
Untuk mengeluarkan kebijakan harga gas Elpiji subsidi, kata Wahyuddin, tergantung Gubernur sebagai pengambil kebijakan di Provinsi Sulawesi Selatan.
"Sekarang ini apakah pemerintah boleh mengatur penjualan yahg dilakukan oleh pengecer, tergantung pak gubernur, apakah pak gub mau keluarkan SK untuk menetapkan harga eceran itu," tutupnya.
Baca Juga : Demo Hardiknas 2025 di Makassar: Mahasiswa Tuntut Pendidikan Gratis hingga Tolak MBKM
Untuk mengatasi kelangkaan, pihak PT. Pertamina telah melakukan penambahan stok untuk gas Elpiji 3 Kg subsidi.
"Kita kasih extra dropping satu hari kerja, misal 100 ditambah 100 (gas Elpiji 3 Kg)," kata Hendrar. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




