Jejakfakta.com, Makassar - Tembok pagar Sekolah Dasar (SD) Inpres Banta-bantaeng 1 Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sangat memprihatinkan. Kondisinya miring, nyaris roboh hingga membahayakan para siswa.
Dalam pautauan Jejakfakta.com, Sabtu (12/8/2023) tampak tembok itu miring dan dipasangi bambu sebagai penyangga agar tidak jatuh.

Hal tersebut membuat khawatir orang tua murid sekolah tersebut, di mana murid setiap hari beraktivitas di area itu.
Baca Juga : Perwakilan Makassar Bersinar di MTQ Maros, 31 Kafilah Lolos Final Bidik Juara Umum
Tri Lestari, salah satu orang tua murid SD Inpres Banta-bantaeng 1 Makassar mengaku khawatir jangan sampai tembok itu rubuh dan sangat membahayakan anak sekolah.
"Was-was karena jangan sampai anak di situ tidak sengaja bermain atau bagaimana (sehingga dijatuhi tembok itu)," katanya Tri kepada wartawan saat ditemui sedang anaknya keluar dari sekolah, Sabtu (12/8/2023).
Iapun berharap agar pihak terkait cepat melakukan tindakan dan perbaikan. "Mudah-mudahan cepat (diperbaiki) dari pemerintah," harapnya.
Baca Juga : Hadiri Dharma Santi Nyepi, Wali Kota Makassar Ajak Warga Hindu Rawat Kerukunan dan Keberagaman
Sementara Kepala Sekolah SD Inpres Banta-bantaeng 1, Haji Baena mengimbau terhadap jajarannya agar selalu memantau anak didiknya untuk tidak melakukan aktivitas di area pagar tersebut.
"Setiap hari kita imbau agar anak-anak terhindar dari marabahaya," katanya.
Menurut Baena, pihaknya telah menyampaikan kondisi tersebut ke Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan. Namun, anggaran dana perbaikan mengalami refocusing atau pengalihan.
Baca Juga : Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Selama Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah
"Sudah disampaikan setiap tahun pada saat Musrembang. Pernah mau terealisasi cuma itu dana refocusing,' ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, mengatakan perencanaan pembangunan sempat diusulkan, namun gagal tender. Dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan usulan tersebut.
"Gagal tender. Diupayakan bulan Oktober nanti," katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




