Selasa, 22 Agustus 2023 14:14

Jumlah Orang Miskin di Makassar Terendah se-Sulsel, Tapi Kesenjangan Tinggi

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat meninjau kegiatan Operasi Pasar di Kontainer Makassar Recover, Februari lalu. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat meninjau kegiatan Operasi Pasar di Kontainer Makassar Recover, Februari lalu. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Pada Maret tahun 2023, Garis Kemiskinan tercatat sekira Rp 436.025,-/kapita/bulan.

Jejakfakta.com, Makassar - Jumlah penduduk miskin di Makassar menempati posisi terendah se-Sulsel menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel. Sementara jumlah tertinggi ditempati Kabupaten Pangkep, Jeneponto dan Luwu Utara.

Berdasarkan data BPS pada Maret 2023 untuk tingkat Kab/kota, angka kemiskinan terendah ialah Makassar dengan mencatatkan angka 4,58 persen dari total penduduk miskin 788,85 ribu orang.

Jumlah keseluruhan itu meningkat 6,5 ribu orang dibanding September 2022 dan meningkat 11,41 ribu orang dibanding Maret 2022.

Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus, Siapkan 23.000 Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Tangguh Bencana

"Persentase penduduk miskin pada Maret 2023 sebesar 8,70 persen, meningkat 0,04 persen poin terhadap September 2022 dan meningkat 0,07 persen poin terhadap Maret 2022," kata Statistisi Madya BPS Sulsel, Suri Handayani di Gedung Keuangan Negara Makassar, dalam keterangannya, Selasa, (15/8/2023) lalu.

Selain Makassar, Parepare juga menempati terendah ketiga yakni 5,41 Persen dan Sidenreng Rappang 5,11 Persen.

Kabupaten Pangkep mencatatkan jumlah penduduk miskin tertinggi dengan persentase 13,92 persen, disusul Kabupaten Jeneponto sebesar 13,73 persen dan Luwu Utara 13,22 persen.

Baca Juga : Melinda Aksa Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan PKK, Hadiri Puncak HKG PKK Nasional ke-54 di Makassar

"Kemiskinan tertinggi tercatat di Pangkep sebesar 13.92 persen dan kemiskinan terendah di Kota Makassar hanya 4.58 persen. Kesenjangan juga tinggi di Makassar tapi persentase kemiskinan paling sedikit," jelas Suri.

Pada Maret tahun ini, Garis Kemiskinan tercatat sekira Rp 436.025,-/kapita/bulan.

Dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp325.418,- (74,63 persen). Lalu, Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp110.607,- (25,37 persen).

Baca Juga : BPBD Makassar Perkuat Inovasi SALAMA, Bangun Budaya Sadar Bencana Sejak Usia Dini

Pada bulan yang sama, rumah tangga miskin di Sulsel rerata memiliki 5,37 orang anggota rumah tangga. Artinya besar Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp 2.341.454,-/rumah tangga miskin/bulan.

Pada waktu yang sama, penduduk miskin perkotaan dan perdesaan sama-sama naik. Perkotaan mencatatkan sebanyak 3,7 ribu orang dibanding September 2022. Atau mencapai 211,48 ribu orang per Maret 2023.

Sedangkan, penduduk miskin perdesaan dari 574,51 ribu orang pada September 2022, menjadi 577,37 ribu orang per Maret 2023.

Baca Juga : Munafri Raih Pengakuan Dunia, Program RISE Antar Makassar Raih WRI Ross Center Prize 2025–2026

Berikut ini merupakan urutan Tingkat Kemiskinan Kab/Kota di Sulsel;

Pangkep (13,92 Persen)

Jeneponto (13,73 Persen)

Baca Juga : BPS Pangkep Terjunkan 315 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Bupati Tekankan Akurasi Data

Luwu Utara (13,22 Persen)

Luwu (12,49 Persen)

Enrekang (12,39 Persen)

Kepulauan Selayar (12,24 Persen)

Tana Toraja (12,18 Persen)

Toraja Utara (11,65 Persen)

Bone (10,58 Persen)

Maros (9,43 Persen)

Bantaeng (9,07 Persen)

Sinjai (8,80 Persen)

Pinrang (8,79 Persen)

Barru (8,40 Persen)

Takalar (8,25 Persen)

Palopo (7,78 Persen)

Soppeng (7,49 Persen).

Bulukumba (7,39 Persen)

Gowa (7,36 Persen)

Luwu Timur (6,81 Persen)

Wajo (6,57 Persen)

Parepare (5,41 Persen)

Sidenreng Rappang (5,11 Persen)

Makassar (4,58 persen) (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Penduduk miskin #Kota Makassar #Badan Pusat Statistik #data BPS #Maret 2023 #angka kemiskinan terendah #Kesenjangan Tinggi
Youtube Jejakfakta.com