Selasa, 29 Agustus 2023 14:28

Lakpesdam Gelar Seminar Kebudayaan, Sulsel Miliki Ragam Budaya Tetap Ciptakan Perdamaian

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Lakpesdam PWNU Sulsel menggelar Seminar Kebudayaan dengan tema “Rethinking Relasi Budaya dan Agama” di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin, Selasa (29/08/2023). @Jejakfakta/Atri
Lakpesdam PWNU Sulsel menggelar Seminar Kebudayaan dengan tema “Rethinking Relasi Budaya dan Agama” di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin, Selasa (29/08/2023). @Jejakfakta/Atri

Setiap kebudayaan dapat dipertahankan dan juga bisa dikembangkan selama menjadi sesuatu yang baik.

Jejakfakta.com, Makassar - Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Sulsel menggelar Seminar Kebudayaan yang bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, di Aula Prof. Mattulada FIB Unhas, Selasa (29/8/2023).

Kegiatan yang bertemakan “Rethinking Relasi Budaya dan Agama” dihadiri narasumber dari Tokoh Agama dan Kebudayaan Sulsel, yakni Prof. Dr KH. Muammar Bakry sebagai sekretari MUI Sulsel, Prof. Dr. AB. Takko sebagai Guru Besar FIB Unhas, Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad sebagai PW Muhammadiyah Sulsel, dan Dr. Zul Ashari Mustafa sebagai Lakpesdam PWNU Sulsel, serta M. Fadlan L Nasurung sebagai moderator kegiatan tersebut.

Ketua Lakpesdam PWNU Sulsel, Saprillah Syahrir mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk menyatukan setiap perbedaan pendapat dari setiap sisi pandangan dari tokoh-tokoh agama.

Baca Juga : Kunjungan Kerja ke Makassar, Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji Silaturrahmi ke PWNU dan PW Muhammdiyah Sulsel

“Ini semua kelompok terinspirasi cara terbaik mengelola perbedaan seperti ini,” kata Pepi sapaan akrabnya, Selasa (29/8/2023)

Selain itu, sekretaris MUI Sulsel Prof Muammar Bakry mengatakan setiap adat istiadat dan budaya yang tidak bertentangan dalam syariah dapat dipertahankan.

“Segala sesuatu yang dilakukan bersifat budaya selama tidak ada melarang boleh dilakukan, atau tidak ada yang bertentangan dengan syariah,” bebernya.

Baca Juga : Sinergi Ulama dan Umara, Penjabat Gubernur Sulsel Zudan Arif Kunjungi PWNU

Selain itu, narasumber lain Prof Arifuddin Ahmad dar PW Muhammadiyah Sulsel mengatakan bahwa setiap kebudayaan dapat dipertahankan dan juga bisa dikembangkan selama menjadi sesuatu yang baik.

“Ada banyak hal yang di anggap sesuatu yang seharusnya terus dikembangkan dan sesuatu yang tidak boleh berubah, maka pikiran ini kemudian menyentuh pada ranah budaya,” ujarnya.

Menurut Arifuddin, Sulsel memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda, namun dapat menciptakan perdamaian sampai saat ini.

Baca Juga : Abdul Karim: NU Harus Menjadi Obat untuk Bangsa Ini

“Kita lihat banyak budaya-budaya misalnya di Sulsel bagaimana bisa menciptakan kehidupan yang dami dan sejahtera,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Lakpesdam #PWNU Sulsel #Seminar Kebudayaan #FIB Unhas #Saprillah Syahrir #Prof Muammar Bakry #Arifuddin Ahmad
Youtube Jejakfakta.com