Jejakfakta.com, Makassar - Seorang balita berumur 15 bulan digilas sebuah mobil Fajero Sport di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Beruntung anak tersebut selamat, namun hingga saat ini korban masih mengalami kesakitan.
Dalam video tersebut, tampak mobil hitam jenis Fajero Sport menginjak anak itu sebanyak dua kali. Lalu, datang seorang perempuan menolongnya.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Adyaksa, lorong 7, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (18/8/2023).
Baca Juga : Perwakilan Makassar Bersinar di MTQ Maros, 31 Kafilah Lolos Final Bidik Juara Umum
Ibu korban, Arni (32) menceritakan bahwa awalnya ia belum mengetahui pasti bagaimana anak itu diinjak mobil Fajero Sport tersebut.
"Awalnya, tidak ku tahu juga kenapa bisa terinjak. Tidak kulihat karena sementara saya mandi. Itu kulihat bilang diinjak mobil karena menangis anakku. Jadi saya ke belakang mobil ambil anakku dan kubawa kembali ke rumah," ungkap Arni saat melapor ke Unit Laka Lantas Polrestabes Makassar, Jl Toddopuli Raya, Makassar, Senin (4/9/2023) malam.
Setelah bertemu Haji Aty, pengendara mobil Fajero Sport tersebut, ia kemudian menyampaikan kondisi anaknya itu.
Baca Juga : Hadiri Dharma Santi Nyepi, Wali Kota Makassar Ajak Warga Hindu Rawat Kerukunan dan Keberagaman
Pengendara mobil tersebut meminta Arni untuk membawah anaknya ke tukang urut dengan catatan biayanya ditanggung si pengendara.
"Kebetulan ini ibu Aji lewat, kukasi' lihat anakku. Aji tidak bisa kodong anakku berdiri. Nabilang, bawa saja pergi diurut, nanti saya yang kasih itu orang uang Rp150. Rp50 ribu ji itu satu kali urut," kata Arni.
"Jadi datanga bawa ke sana anakku, tidak adaji perubahan. Jadi kudatangi lagi rumahnya, tidak ada ini ibu Haji. Ke kampungnya katanya," sambungnya.
Baca Juga : Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Selama Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah
Kemudian, karena anak tersebut tak kunjung sembuh, mertua Arni mengambil inisiatif dengan menelpon si pengendara tersebut mengenai kondisi anak itu. Arni ingin anaknya dibawa ke rumah sakit, tapi tak memiliki biaya.
"Hari-hari (Tiap hari) lewat di depan rumah, dia tidak pernah singgah tanya keadaannya anakku. Pernah dibawa ke rumah sakit, tapi nabilang dokter tidak apa-apaji," katanya.
Akibat dari kejadian tersebut, anak itu mengalami kesakitan. Menurut pengakuan Arni, anak itu tak bisa tidur, ia terus menangis karena kesakitan.
Baca Juga : Wali Kota dan Gubernur Bersama Forkopimda Pantau Misa Natal, Makassar Aman dan Penuh Toleransi
"Awalnya bengkak kakinya, naik di paha, merah. Terus kalau malam menangis terus, biasa subuh. Sebentar ji biasa tidur, bangun lagi menangis karena sakit toh," ungkapnya.
Karena tak tahan melihat anaknya sakit dan tak kunjung sembuh, iapun memberinya obat dengan seadanya.
"Saya hanya belikan obat Amficilin sama asam Mefenamat karena bengkak," ujarnya.
Baca Juga : Buka Muswil Hidayatullah, Munafri Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Kota Religius
Karena anak tersebut tak kunjung sembuh dan pengendara mobil tersebut sulit ditemuinya, iapun berniat melaporkan kejadian tersebut di kepolisian.
Hal itu bukan tanpa sebab. Menurutnya, si pengendara tersebut setelah kejadian ia bersiap menanggung semua biaya pengobatan anak tersebut.
"Saya mau melapor ini karena tidak mau lagi nabiayai anakku. Saya disuruh ke rumahnya, tapi kalau ke rumahnya ini ibu Haji tidak ada. Saya sudah melapor ini cuma tidak diterima laporanku. Alasannya, kenapa bukan dari awal melapor," jelasnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Amin Toha yang mengkonfirmasi kejadian tersebut akan tetap menindaklanjuti peristiwa tersebut.
"Baru mengadu kita akan tangani. Sekarang anggota mau terima laporan tapi mau ditulis siapa namanya siapa kan kalau dilaporan polisi," kata Amin Toha, saat dikonfirmasi wartawan, Senin ( Senin (4/9/2023).
"Kita proses karena itu samping rumahnya, kalau selesai kan pasti tidak melapor tapi tidak selesai, nah melapor. Melapor itu semua jenis kecelakaan itukan haruskan tampilkan siapa terus itu anak-anak diminta KK-nya untuk diminta asuransi begitu," sambungnya.
Saat ini pihaknya masih tengah mengumpulkan data anak tersebut.
"Kita mau menyampaikan data anak, nama itu siapa, orang tuanya siapa dan itu baru tadi datang, kita masih nunggu data lengkap," tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




