Jejakfakta.com, Makassar - Tiga daerah di Sulawesi Selatan ditetapkan sebagai status tanggap darurat akibat kekeringan yang cukup parah hingga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
"Iya, selain Makassar yang telah tetapkan tanggap darurat, ada juga Maros dan Jeneponto. Tiga daerah ini yang alami kekeringan yang cukup parah di Sulsel," kata kepala Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo, Selasa (12/9/2023).

Sedangkan untuk 21 daerah yang ada di Sulsel, kata Amson sudah menetapkan status siaga darurat dalam menghadapi kekeringan yang disebabkan El Nino.
Baca Juga : Wabup Gowa Sisihkan Gaji Pribadi untuk Lawan Stunting, 200 Keluarga di Bajeng Terima Paket Gizi
"Untuk saat ini baru tiga daerah itu saja yang tanggap darurat. Kalau untuk daerah lainnya masih berstatus siaga darurat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin menyebutkan jumlah bantuan air bersih berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar pertanggal 10 September 2023. Yang dimana BPBD Makassar telah menyalurkan air bersih sebanyak 324.660 liter kepada 13.089 kepala keluarga (KK) dengan 25.048 jiwa.
"Iya kita sudah salurkan air bersih ke 324.660 liter air ke 25.048 jiwa yang berada di lima kecamatan terdampak kekeringan," bebernya
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri Ajak Warga Makassar Jaga Harmoni dan Perkuat Persatuan
Namun, Hendra juga menyebutkan bahwa terjadi pembahan kelurahan yang mengalami kekurangan pasokan air bersih akibat kekeringan yang dialami di Makassar.
Kecamatan Tamalate terdapat lima kelurahan yang krisis air bersih yakni, Kelurahan Tamalanrea Indah, Tamalanrea, Kapasa, Kapasa Raya dan Kelurahan Bira.
Kecamatan Biringkanaya terdapat enam kelurahan yakni, Daya, Bakung, Katimbang, Sudiang, Sudiang Raya dan Untia.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Finish 10K MHM 2026, Lebih dari 12 Ribu Pelari Ramaikan Losari
Kecamatan Ujung Tanah terdapat delapan kelurahan terdampak yakni Kelurahan Pattingalloang Baru, Camba Berua, Gusung, Tamalabba, Ujung Tanah, Tabaringan, Totaka dan Cambayya.
Kecamatan Panakukkang terdapat tiga kelurahan terdampak yakni Kelurahan Pampang, Sinrijala dan Tello Baru.
Kecamatan Tallo terdapat empat kelurahan yang terdampak yakni, Buloa, Kalukua Bodoa, Pannampu, Lembo dan Rappokalling.
"Iya ada penambahan sebelumnya hanya 17 kelurahan dari lima kecamatan yang terdampak sekarang sudah bertambah menjadi 24 kelurahan yang terdampak," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Maros, Fadli mengatakan kabupaten Maros sendiri statusnya di naikkan menjadi tanggap darurat akibat kekeringan yang terjadi di toga kecamatan.
"Iya sudah status tanggap darurat kekeringan," kata Fadli, Senin (11/9/2023)
Baca Juga : Aini Endis Anrika Tekankan Profesionalisme TRC dalam Penanganan Bencana di Luwu Timur
Fadli menyebutkan bahwa ada tiga kecamatan dengan 17 jumlah desa dan kelurahan yang sangat terdampak kekeringan yang mengakibatkan masyarakat kekurangan pasokan air bersih.
"Yang menonjol ada tiga kecamatan yakni Kecamatan Maros Baru, Kecamatan Lau dan Kecamatan Bontoa. Kami sementara membantu menyalurkan bantuan air bersih kesana," ungkapnya.
Meski demikian, Fadli mengatakan pihaknya telah mengusulkan penggunaan dana biaya tak terduga (BTT) ke pemerintah kabupaten Maros, dalam menghadapi kekeringan yang cukup panjang ini.
"Kita masih sementara mengusulkan penggunaan dana BTT, untuk membantu operasional kegiatan penyaluran air bersih ini," imbuhnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




