Selasa, 26 September 2023 15:45

Harga Gula Melambung Tembus Rp 15.000/Kg, Rahayu: Banyak Petani Tebu Gagal Panen

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Ilustrasi
Ilustrasi

Harga HET untuk beras jenis medium sekitar Rp 10.900 perkilo dan jenis premium Rp 13.900 perkilo.

Jejakfakta.com, Makassar -- Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Rahayu Juita Ghalib mengatakan bahwa harga gula dan beras di pasar mengalami kenaikan secara signifikan.

"Iya gula mengalami kenaikan signifikan. Harga di eceran sekarang Rp 15 ribu perkilo. Kalau acuannya itu hanya Rp 13.500 ribu perkilo," kata Rahayu Juita Ghalib kepada wartawan, Selasa (25/9/2023).

Rahayu mengungkapkan, penyebab kenaikan harga gula tersebut, disebabkan para petani tebu banyak mengalami gagal panen akibat kemarau panjang.

Baca Juga : Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko dan 60 Armada

"Gagal panen disebabkan kemarau panjang. Kemudian harga daging ayam, terus harga telur juga mengalami kenaikan," ungkapnya.

Selain gula, Rahayu mengungkapkan beras juga mengalami kenaikan baik premium maupun medium, namun kata Rahayu Masig dalam harga yang wajar.

Dimana harga HET untuk beras jenis medium itu, sebut Rahayu sekitar Rp 10.900 perkilo dan jenis premium Rp 13.900 perkilo.

Baca Juga : Debit Air Baku Bendungan Leko Paccing Menurun, PDAM Makassar Kerahkan Mobil Tangki

"Iya harganya tadi itu untuk premium Rp 1400 ribu dan kalau medium harga Rp 12 ribu. Tapi naiknya ini tidak terlalu jauh dari HET," jelasnya.

Meski demikian, kata Rahayu memastikan bahwa ketersediaan bahan pangan di Sulsel masih aman hingga tahun depan.

"Ketersediaan pangan kita aman sampai tahun depan aman," imbuhnya.

Baca Juga : Kasus Kebakaran di Makassar Capai 359 Kali pada 2023

Sementara itu, Pejabat (PJ) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mengatakan bahwa salah satu program untuk para pemerintah di kabupaten kota untuk tetap memantau persediaan pangan selama El-Nino berlangsung.

"Disamping program prioritas situasi hari ini kan El-Nino, hari ini ada kekeringan, jangan sampai tanaman masyarakat ini gagal panen. Antisipasi nya gunakan sumur bor.

Gunakan segala upaya untuk bagaimana supaya barang-barang yang menjadi kebutuhan masyarakat itu cukup," ujarnya kepada media usai pelantikan PJ Bupati/Walikota, Selasa (26/9/2023).

Baca Juga : Perintah Wali Kota Makassar: Bantuan Air Bersih 10 Tandon Tiap Kelurahan

Sementara untuk seluruh pemerintah kabupaten/kota, kata Bahtiar untuk tidak terus berada di dalam kantor pemerintahan namun juga mengecek langsung harga pangan di pasaran.

"Saya minta setiap kabupaten/kota tiap hari mengecek ke pasar-pasar, dinas perdagangan tidak perlu dikantor setiap hari turun ke lapangan, jadi harus jalan setiap hari ke masyarakat, ajak swasta, tokoh adat, agama, tokoh masyarakat yang didengar oleh masyarakat," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Rahayu Juita Ghalib #harga gula dan beras #kenaikan harga gula #petani tebu #Gagal Panen #kemarau panjang
Youtube Jejakfakta.com