Sabtu, 07 Oktober 2023 07:08

Kemarau Panjang Diprediksi Hingga November 2023, Pemprov Sulsel Imbau Masyarakat Tidak Panik

Editor : Nurdin Amir
Sawah Mengering. Salah satu lahan pertanian di Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap yang mengalami kekurangan air. Selain karena akses irigasi yang tidak ada juga diakibatkan kemarau panjang. @Jejakfakta/Rahman Kulo
Sawah Mengering. Salah satu lahan pertanian di Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap yang mengalami kekurangan air. Selain karena akses irigasi yang tidak ada juga diakibatkan kemarau panjang. @Jejakfakta/Rahman Kulo

Laporan BMKG, pada Bulan Oktober 2023 ini, curah hujan diprakirakan antara 0 - 400 mm.

Jejakfakta.com, Makassar -- Kemarau panjang yang melanda Sulsel diperkirakan akan berlangsung hingga Bulan November 2023 mendatang. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar, belum terdapat wilayah yang memasuki musim hujan 2023/2024 di Provinsi Sulsel.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari BMKG Makassar, bahwa secara umum wilayah Sulsel diprakirakan memasuki musim hujan pada November - Desember 2023, dengan puncak musim hujan pada Bulan Januari dan April 2024.

"Laporan BMKG, pada Bulan Oktober 2023 ini, curah hujan diprakirakan antara 0 - 400 mm. Daerah dengan intensitas curah hujan sangat tinggi terjadi di wilayah Luwu Utara dan sebagian kecil Pangkep," kata Arsjad, dalam siaran persnya, Jumat (6/10/2023).

Baca Juga : Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko dan 60 Armada

Meski secara umum kemarau panjang akan berlangsung lebih lama lagi, hingga pekan kedua November 2023, Arsjad mengimbau agar masyarakat tidak panik. Pemprov Sulsel akan melakukan berbagai langkah, salah satunya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), untuk mengatasi kekeringan ekstrem sebagai dampak El Nino, yang melanda Sulsel, khususnya Kota Makassar saat ini.

"Pelaksanaan TMC ini sementara dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana," imbuhnya.

Arsjad mengungkapkan, selain TMC pembuatan sumur bor juga terus didorong. Bekerjasama dengan pemerintah kabupaten kota dan jajaran Forkopimda. Ia mengimbau masyarakat tidak panik, dalam menghadapi kondisi saat ini.

Baca Juga : Unismuh Makassar Jadi Lokasi Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 2026 di Sulsel

"Masyarakat tidak perlu panik, pemerintah sedang mengupayakan berbagai langkah untuk menghadapi kekeringan ekstrem saat ini," ujarnya.

Ia menambahkan, kemarau panjang ini menjadi atensi Pj Gubernur Bahtiar, dengan meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan optimalisasi segenap kemampuan untuk mengatasi

darurat bencana kekeringan kemarau panjang akibat El Nino. Antara lain dengan pemanfaatan Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk kegiatan tanggap darurat dengan pembuatan sumur-sumur bor untuk air bersih masyarakat, cegah gagal panen untuk tanaman-tanaman masyarakat, serta mengatasi kekurangan pasokan makanan bahan pokok untuk daerah tertentu.

Baca Juga : Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo, mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, hujan dengan intensitas ringan di Kota Makassar baru akan terjadi pada Minggu kedua Bulan November. Karena itu, sesuai arahan Pj Gubernur Bahtiar, TMC harus dilakukan.

"Teknologi modifikasi cuaca akan kita lakukan, tapi menunggu kondisi awannya memungkinkan. Semoga bisa secepatnya," kata Amson.

Diketahui, kekeringan ekstrem melanda Sulsel, termasuk Kota Makassar. Warga mulai kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air, mereka harus membeli air dari warga lain yang memiliki sumur bor. Selain itu, mengandalkan bantuan air bersih yang disalurkan pemerintah. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#bmkg makassar #kemarau panjang #kekeringan ekstrem #dampak el nino #kebutuhan air #sumur bor
Youtube Jejakfakta.com