Sabtu, 14 Oktober 2023 13:39

Tinjau Progres Bendungan Pamukkulu, Pj Gubernur Sulsel Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
 Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, meninjau progres pembangunan Bendungan Pamukkulu, Desa Kale Ko'mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu (14/10/2023). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel
Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, meninjau progres pembangunan Bendungan Pamukkulu, Desa Kale Ko'mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sabtu (14/10/2023). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel

Progres pembangunan bendungan Pamukkulu telah mencapai 80 persen.

Jejakfakta.com, Makassar -- Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, mendorong pemanfaatan lahan tidur di sekitar Bendungan Pamukkulu, Desa Kale Ko'mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

Bendungan Pamukkulu memiliki daya tampung 77 juta M3 dengan luas genangan 460 hektar. Bendungan ini juga termasuk tipe Concrete Face Rockfill Dam (CFRD).

"Banyak kan lahan tidur disini. Jadi kalau saya penghijauan harus tanam yang berbuah, rambutan, duren, nangka madu, cabai, tomat dan tanaman lainnya yang berbuah," ungkap Bahtiar, usai meninjau Bendungan Pamukkulu, Takalar, Sabtu (14/10/2023).

Baca Juga : Atasi Pemanasan Global, Pj Gubernur Sulsel Ajak BEM Unismuh se-Indonesia Tanam Pohon Serentak

Masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan lahan tidur di sekitar bendungan, dengan menanam pohon yang berbuah dan dapat menjadi pendapatan baru bagi masyarakat.

"Maksud saya begitu, kita bisa hitung lahan tidur ini, bisa kita apakan ini lahan kosong ini, supaya bendungannya berbeda dengan bendungan di provinsi lain. Kita harus meyakinkan, kita dapat apa lagi dari sumber air ini, kita mau budidaya apa. Yang penting ada nilai tambah," ujarnya.

Tanaman nangka madu Thailand, menurut Bahtiar, cocok ditanam di sekitar Bendungan Pammukkulu, serta memiliki hasil menjanjikan. Per satu hektar bisa menghasilkan puluhan sampai ratusan juta tiap panennya. "Nangka madu itu bisa ratusan juta kalau per satu hektar hasilnya," lanjutnya.

Baca Juga : Optimalkan Lahan Tidur, Taman MoI dan Kawasan BSO Ditanami Sukun

Sejauh ini, penggunaan lahan tidur milik kehutanan bisa, daripada menjadi lahan tidur. Yang dilarang, masyarakat tidak menjadikan lahan tersebut sebagai hak milik.

"Sepanjang tidak mengubah status lahan dari kehutanan menjadi lahan pribadi tidak masalah. Kalau hanya mengunakan itu tidak masalah," katanya.

Kepala Balai BBWS Pompengan Jeneberang, Jaya Sukarno, mengungkapkan, Bendungan Pamukkulu telah mencapai 80 persen progres pembangunannya. Menurut dia, pembangunan agak lambat karena menggunakan pengerukan beton. Berbeda dengan bendungan lain di Pulau Jawa.

Baca Juga : Dukung Kelestarian Lingkungan, Pelindo Regional 4 Tanam 2.500 Pohon di Sekitar Pelabuhan

"Ini bendungan beda dengan yang di Jawa, kita ini pakai beton, di Jawa itu rata saja. Mereka lebih ke urukan batu saja," jelasnya.

Jaya Sukarno menjelaskan, proyek ini sempat terhenti, karena masalah pembebasan lahan, namun sudah terselesaikan.

"Sejauh ini, sudah tidak ada kendala, semua berjalan sesuai dengan perencanaan," imbuhnya.

Baca Juga : Manfaatkan Lahan Tidur, Warga Mariso Hasilkan Rp500 Ribu dari Menanam Cabai

Sejauh ini progres pembangunan Bendungan Pammukulu telah mencapai 80 persen, dengan dua paket pengerjaan. Ia menambahkan, untuk peresmiannya seperti biasanya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Hadir juga sejumlah pejabat, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Pompengan Jeneberang, Ir. Hj. Nurlaela, Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Pompengan Jeneberang, I G. N. Carya Andi Baskara. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#lahan tidur #Bendungan Pamukkulu #Menanam pohon
Youtube Jejakfakta.com