Jejakfakta.com, Makassar -- Memasuki bulan ke tiga, krisis air bersih melanda kota Makassar, sejumlah warga Katimbang mengaku tak merasakan bantuan air bersih dari pemerintah.
Salah satu warga Katimbang, Dg. Sina (53) mengeluh tak pernah tersentuh air bersih bantuan dari pemerintah, selama kekeringan melanda. Menurutnya, bantuan air tersebut tidak merata dan hanya diberikan pada warga tertentu saja.

“Tidak pernah dapat. Kelurahan tidak menggubris (keluhan air warga), orang-orang tertentu (digubris) RT-ku juga begitu (tidak menggubris), jangankan pembagian air, pembagian sembako juga tidak dapat,” keluh Dg. Sina, warga Katimbang dengan raut wajah yang pasrah, Kamis (19/10/2023).
Baca Juga : Krisis Air Utara Makassar: Direksi Baru PDAM Tancap Gas, Distribusi Dikebut Jelang Kemarau
Beberapa warga yang tidak tersentuh air bersih, kata Dg. Sina membeli air bersih menggunakan galon dengan harga Rp.4.000 per galon.
“Air dibeli di galon, di konter air. Belinya bisa 4 ribu satu galon, 3 galon perhari,” sebutnya.
Menurut Dg. Sina, bantuan air bersih dari pemerintah melalui PDAM hampir setiap hari datang. Namun, hanya orang tertentu yang dapat misalnya keluarga dan orang terdekat dari pemerintah setempat.
Baca Juga : PDAM Makassar Jadi Rujukan, DPRD Wajo Pelajari Strategi Pengelolaan Air Bersih
“Airnya kan orang tertentu dapat, misalnya kalau RT keluarganya,” bebernya.
Sementara itu, Lurah Katimbang, Muhammad Haidaer Amir, mengatakan pihaknya saat ini telah membantu warga untuk keperluan air bersih di kelurahan katimbang.
“Setiap hari kami melaporkan dan setiap hari diantarkan air,” kata Haidaer kepada Jejakfakta.con, Kamis (19/10/2023).
Baca Juga : PDAM Makassar Gandeng Ketua RW dan Forum Pelanggan Perkuat Pelayanan Air Minum
Namun, Haidaer belum mengonfirmasi persoalan pembagian bantuan air bersih kepada warga Katimbang secara menyeluruh. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




