Oleh: M Adlan, peneliti pendiri Celebes Research Center (CRC)
Umat Islam punya formula dalam menangkal informasi bohong atau hoaks. Formula itu tertuang dengan sangat apik dalam kitab suci-Nya:

ُWahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu. (QS. Al-Hujurat: 6).
Baca Juga : Survei CRC Pilwalkot Makassar 2024: Mulia 44,75%, Inimi 28%, Sehati 18,75?n Aman 4%
Sebab turunnya ayat di atas adalah ketika Rasulullah saw mengajak seseorang yang bernama Al-Harits untuk masuk Islam.
Setelah diajak oleh Baginda Rasul, Harits pun menyatakan diri masuk Islam dan pulang kepada kaumnya untuk menyeru mereka memeluk Islam. Dan, saat itu juga Rasulullah saw mengajak untuk menunaikan zakat, dan disepakati oleh Al-Harits.
Ketika waktu zakat tiba, Rasulullah saw mengutus seorang sahabatnya bernama Walid bin Uqbah untuk mengumpulkan zakat yang telah dijanjikan.
Baca Juga : Asa Pendiri CRC Muhammad Adlan Jadi Caleg PAN, Bertarung di Dapil Sulsel 6
Namun, di dalam perjalanan hati Walid bin Uqbah menjadi gentar dan kembali ke Rasulullah saw sebelum mendatangi tempat yang seharusnya dituju. Sekembalinya, ia kemudian mengarang cerita bahwa Al-Harits tidak mau menyerahkan zakat dan mengancam membunuhnya. Mendengar cerita tersebut, Rasulullah saw mengutus seorang sahabat lainnya mengunjungi Al-Harits, ternyata utusan itu bertemu Al-Harits di tengah perjalanan menuju ke tempat Rasulullah saw dengan membawa zakat yang telah dijanjikan.
Setelah bertemu Rasulullah saw, Al-Harits kemudian menuturkan kisah sesungguhnya.
Tak berselang lama, turunlah QS. Al-Hujurat ayat 6, yang mengandung racikan sikap bagi kaum muslim agar senantiasa mengedepankan tabayyun (konfirmasi dan verifikasi) dalam menyikapi informasi yang terdengar oleh telinga kita dan terbaca oleh mata kita.
Baca Juga : Perginya Sosok yang Santun Selalu, Herman Heizer
Karena, tidak bijak dalam merespon sebuah kabar, bisa saja membawa petaka bagi seseorang atau sebuah kelompok yang tak tahu menahu pasal apa yang menjadi penyebab kemalangan menimpa mereka.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




