Jejakfakta.com, Makassar -- Desi (26), penjaga warung kelontong yang melakukan perlawanan terhadap terduga pelaku perampokan yang disertai ancaman di jalan Urip Sumiharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, pada Rabu (1/11/2023) dini hari. Aksi Desi viral di media sosial.
Desi mengaku ada dua orang tak dikenal (OTK) yang datang di warungnya, satu orang diantaranya mengancam menggunakan busur panah. Saat itu ia bersama ibunya, Kadang.

Diceritakan, OTK tersebut membeli 5 batang rokok. Usai mengambil rokoknya, ia lalu kembali bertanya, ingin membeli kentang.
Baca Juga : Maman Abdurahman, NH hingga IAS Nyanyi Bareng Wali Band, Hibur Warga di Pesta Rakyat Golkar Makassar

Namun, saat ditunjukkan tempat kentang berada, justru orang tersebut melewati barang yang ingin dia ingin beli. Dengan begitu, Desi pun bertanya kepada pelaku apa sebenarnya yang ingin dia cari.
"Awalnya itu dia datang dan membeli rokok lima batang baru itu temannya satu masuk juga. Dia cari kentang baru saya tanya karena dia lewati itu tempat kerupuk," tutur Desi menceritakan kepada wartawan saat ditemui, Kamis (2/11/2023).
Bukan menjawab pertanyaan Desi, kata Desi, kedua pelaku justru marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kotor. Kemudian, saat pelaku ingin meninggalkan warung tersebut, Desi pun menagih pembayaran rokok yang telah diambilnya.
Baca Juga : Penimbunan Lahan Stadion Untia Mulai Tampak, Pemkot Makassar Kebut Pekerjaan Fisik
Pelaku yang enggan membayar tagihannya itu, justru kembali melakukan pengancaman dengan menggunakan busur panah.
"Sempat dia kasih keluar bahasa kotor. Pada saat (ingin pergi), saya tagih itu uang rokok ku, (saya) bilang belum dibayar. Tidak balek-balekmi (tidak dihiraukan). Kemudian (pelaku) masuk (kembali) membawah busur," ujarnya.
Desi yang bersama ibunya sontak kaget dan panik atas pengancaman tersebut. Namun, karena ia tak ingin dikondisikan oleh pelaku, iapun mengambil barang senjata ramuan yang sudah dibekali oleh orang tuanya untuk mencegah orang yang ingin berbuat jahat termasuk perampokan.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital
Senjata ramuannya berupa sambal pedas yang dimasukkan di dalam botol.
Sayangnya, senjata ramuannya tersebut saat akan dipakai melempar ke pelaku itu terjatuh dan isinya tumpah. Namun, ia tetap melakukan perlawanan dengan melempar yang sesuatu yang dapat dipegangnya.
Beruntung, kedua pelaku yang melakukan pengancaman pun langsung melarikan diri.
Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk
"Panik, tapi kalau tidak dilawan akan diambil semua apa-apata (barang jualan). Mending dilawan," tegas Desi menceritakan.
Namun, kejadian yang hampir melukai bersama orang tuanya itu tak dilaporkannya di kepolisian.
"Tidak, tapi adaji datang (dari pihak kepolisian). Ditanyakan kenapa tidak melapor na ini viral, saya bilang viral kah. Saya tidak tahu," katanya.
Baca Juga : Bahlil Ungkap Penyebab Antrean BBM Subsidi di Makassar: Ada Peralihan Konsumsi hingga Modifikasi Tangki
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Ridwan JM Hutagaol mengatakan, segera akan melakukan pengecekan terkait dugaan pengancam perampokan tersebut.
"Kita pengecekan dulu, apakah sudah melapor, apakah laporannya di Polsek, atau di Polres," kata Ridwan JM Hutagaol dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/11/2023).
Diketahui, sejumlah peristiwa di Kota Makassar, perampokan dengan menggunakan busur panah kerap terjadi. Bahkan tak segan melukai korbannya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



