Rabu, 28 Oktober 2026 10:40

Tax Gathering DJP Sulselbartra, Appi Tekankan Kolaborasi Pajak untuk Percepat Pembangunan di Makassar

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin,  saat menghadiri kegiatan Tax Gathering Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) Tahun 2026, Rabu (28/10/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri kegiatan Tax Gathering Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) Tahun 2026, Rabu (28/10/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan swasta untuk mengoptimalkan pajak dan mempercepat pembangunan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk mengoptimalkan penerimaan pajak sebagai salah satu fondasi utama pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Munafri, yang akrab disapa Appi, saat menghadiri kegiatan Tax Gathering Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) Tahun 2026, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Harmoni Berkontribusi, Wujud Cinta untuk Negeri” tersebut berlangsung di Aula Rongkong Lantai 6, Gedung Keuangan Negara II, Jalan Urip Sumoharjo Km 4, Makassar.

Baca Juga : Dampingi Pelepasan Kontingen KONI Makassar, Kadispora Syamsul Bahri Dukung Target 200 Emas PORPROV 2026

Dalam sambutannya, Appi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai Tax Gathering menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Tax Gathering ini,” katanya.

“Ini memberikan gambaran tentang bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah,” sambung Appi.

Baca Juga : Munafri-Aliyah Buktikan Komitmen Lindungi Pekerja Rentan, Makassar Berjasa Raih Penghargaan Nasional

Menurut Munafri, optimalisasi penerimaan pajak tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pendapatan, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.

Orang nomor satu di Kota Makassar itu menjelaskan bahwa pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara maupun daerah untuk membiayai berbagai program pembangunan.

Karena itu, optimalisasi penerimaan menjadi semakin penting, terutama di tengah kebijakan fiskal yang menuntut efisiensi dan efektivitas belanja pemerintah.

Baca Juga : Munafri-Aliyah Kompak di KMI 2026, Buka Jalan Musisi Makassar ke Panggung Dunia

“Sebagai kota perdagangan dan jasa yang tidak memiliki sumber daya alam sebagai penopang utama pendapatan, Kota Makassar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi melalui aktivitas usaha, perdagangan, jasa, serta penerimaan pajak dan retribusi daerah,” ujar Appi.

Mantan CEO PSM Makassar itu menyebutkan bahwa Pemerintah Kota Makassar pada tahun ini mampu merealisasikan pendapatan sekitar 97 persen dari target yang ditetapkan.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pentingnya menjaga aktivitas ekonomi agar tetap tumbuh sekaligus memperkuat tata kelola pendapatan daerah.

Baca Juga : Kadispora Makassar Dampingi Wali Kota Buka Kongres Pemuda Sulsel 2026, Dorong Gagasan Jadi Kebijakan

“Kalau kita bicara tentang pajak, ini merupakan tulang punggung penerimaan kita untuk menjalankan proses pembangunan,” tuturnya.

“Makassar adalah kota barang dan jasa sehingga kita harus memaksimalkan berbagai kegiatan ekonomi yang menjadi sumber pendapatan dari pajak dan retribusi daerah,” tambah Munafri.

Di hadapan jajaran Kanwil DJP Sulselbartra dan para pemangku kepentingan yang hadir, Appi turut memaparkan perkembangan sejumlah indikator ekonomi dan sosial Kota Makassar.

Baca Juga : Resmi Pimpin Asprov PSSI Sulsel 2026–2030, Appi Siapkan Stadion dan Pembenahan Sepak Bola

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Makassar mencapai 7,04 persen. Ia berharap tren pertumbuhan tersebut dapat terus dijaga dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Appi juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh sekadar menjadi angka statistik, tetapi harus tercermin dalam peningkatan kesempatan kerja dan penurunan angka kemiskinan.

“Pertumbuhan ini kita harapkan bisa terus dijaga. Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak langsung terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” harapnya.

Di bidang ketenagakerjaan, ia menegaskan bahwa penurunan tingkat pengangguran terbuka masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Pemerintah Kota Makassar menargetkan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan hingga di bawah lima persen pada 2029.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak kegiatan usaha berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja.

Sementara itu, angka kemiskinan di Makassar disebut mengalami penurunan, dari 4,36 persen pada tahun sebelumnya menjadi 4,22 persen pada 2026.

“Capaian ini tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat,” jelasnya.

Tidak hanya berbicara tentang penerimaan dan pertumbuhan ekonomi, Appi juga memaparkan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui program Makassar Berjasa Berbagi Jaminan Sosial.

Melalui program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada sekitar 81.000 masyarakat rentan, khususnya melalui jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

“Pada 2027, Pemkot Makassar juga berencana menambahkan perlindungan jaminan hari tua,” katanya.

Appi menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk melindungi keluarga pekerja berpenghasilan rendah yang rentan jatuh ke dalam kemiskinan ketika pencari nafkah utama mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.

Melalui perlindungan sosial tersebut, pemerintah berupaya memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan kehidupan.

Ia menegaskan bahwa perlindungan pekerja rentan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan.

Selain perlindungan sosial, Pemkot Makassar juga mendorong peningkatan keterampilan generasi muda melalui program Makassar Creative Hub.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang belajar dan pengembangan kompetensi bagi anak muda agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja maupun peluang usaha.

Appi mengatakan bahwa Makassar Creative Hub memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan keterampilan (upskilling) secara gratis, sesuai dengan minat dan cita-cita masing-masing.

“Mulai dari keterampilan kewirausahaan, bartender, penata rias atau makeup artist, hingga berbagai bidang keterampilan lainnya,” ungkapnya.

Saat ini, Makassar Creative Hub telah tersedia di dua lokasi, yakni kawasan Pantai Losari dan Jalan Nusantara. Pemkot Makassar menargetkan penambahan dua lokasi lagi sehingga jumlahnya menjadi empat pada tahun ini.

Ke depan, fasilitas tersebut direncanakan untuk dikembangkan di seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar.

“Kami membangun Makassar Creative Hub untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda agar dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka,” jelasnya.

“Ada yang ingin menjadi pengusaha, bartender, makeup artist, dan sebagainya. Silakan memanfaatkan fasilitas ini karena semuanya kami sediakan secara gratis untuk masyarakat,” lanjutnya.

Menurut Appi, penguatan keterampilan tenaga kerja menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha di Makassar.

Menutup sambutannya, Appi berharap kegiatan Tax Gathering menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun iklim ekonomi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kontribusi pemerintah pusat, pelaku usaha, sektor swasta, dan masyarakat.

Sebagai kota yang sejak lama dikenal sebagai pusat perdagangan, Makassar memiliki potensi besar untuk terus tumbuh apabila aktivitas ekonomi dapat dijaga dan didukung kebijakan yang tepat.

Karena itu, Appi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada penerimaan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak swasta dapat memberikan dampak pembangunan yang langsung dirasakan oleh warga Kota Makassar,” tegasnya.

“Kami optimistis, melalui penguatan penerimaan, iklim investasi yang kondusif, penciptaan lapangan kerja, dan perlindungan sosial, Makassar dapat menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” sambung Appi menutup sambutannya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#tax gathering #djp sulselbartra #Munafri Arifuddin #pajak makassar #DJP Sulawesi Selatan #Pertumbuhan Ekonomi #Penerimaan Pajak #pembangunan makassar #Makassar Creative Hub
Youtube Jejakfakta.com