Jejakfakta - Badan Pengawas Pemilihan Umum mengingatkan agar tidak mengabaikan pengawasan terhadap kesiapan logistik Pemilu 2024 karena urgensinya sama penting dengan kesiapan DPT (Daftar Pemilih Tetap).
"Kalau DPT kita tidak kuat, maka hak pilih orang lain yang akan lain. Begitupun logistik kita tidak akurat, hak pilih orang lain juga terancam hilang," kata Anggota Bawaslu Lolly Suhenty saat melakukan supervisi logistik Pemilu ke KPU Kota Bandar Lampung, Kamis (11/1/2024).

Lolly mengingatkan kepada jajaran Bawaslu di daerah untuk menjalin koordinasi dengan KPU setempat dengan baik untuk memastikan kesiapan logistik dan DPT berjalan lancar.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Cetak Pengawas Partisipatif, Siapkan Fondasi Pemilu 2029 Bermartabat
Caranya, kata Lolly, "Persepsi kita harus sama dulu. Begitu persepsi kita sama. Maka cara menangani sesuatu juga akan sama. Kalau persepsi kita tidak sama biasanya akan berakhir tidak satu pandangan yang menyebabkan menjadi tafsir yang bermacam-macam."
Lolly juga meminta kepada jajaran KPU di daerah untuk memaklumi kerja-kerja Bawaslu dalam melakukan pengawasan, khususnya pengawasan logistik. Hal ini tidak lain ditujukan agar mempermudah kinerja penyelenggara untuk memastikan pemilu berjalan sesuai harapan.
"Namanya diawasi itu tidak enak. Tapi karena kita punya tujuan yang sama, harus punya pandangan bahwa justru pengawasan dilakukan itu untuk menjaga dan memudahkan kerja teman-teman. Karena pencegahan yang paling ideal itu ketika kita sudah kenal dengan baik," katanya.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Pemilu lewat Rakor Sentra Gakkumdu dan Forum Masukan Regulasi
"Kalau kita kenal KPU maka kita koordinasinya juga enak. Begitupun dengan KPU jika nanti ada sesuatu yang multitafsir, bisa didiskusikan dengan Bawaslu," tambah Lolly.
Logistik Tergenang
Sejumlah kotak suara di gudang penyimpanan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan tergenang air akibat hujan deras. Akibatnya logistik Pemilu 2024 tersebut rusak.
Baca Juga : Bawaslu RI Gencar Lakukan Evaluasi dan Pengembangan SDM di Masa Non-Tahapan Pemilu
"Iya benar, kota suara yang rusak berjumlah 168 kotak," kata Muhammad Arsat, komisioner KPU Selayar, saat dihubungi via telepon, Rabu (10/1/2024).
Kendati demikian, Arsat memastikan logistik surat suara yang akan digunakan pada pemilu 2024 mendatang tidak terendam air, sehingga tidak mengalami kerusakan seperti kotak suara.
"Surat suara aman. Hanya kotak suara yang tersimpan di gudang kantor KPU Selayar yang terkena banjir," ungkapnya.
Baca Juga : Bawaslu RI Dorong Penguatan Layanan Informasi dan Literasi Data di Daerah
Gudang penyimpanan kotak suara di KPU Kepulauan Selayar terendam air setinggi 10 cm yang mengakibatkan bagian bawah kotak suara mengalami kerusakan dan harus diganti.
"Sebenarnya hanya basah di bagian bawah kotak setinggi 10 senti tapi dikategorikan rusak atau tidak bisa lagi digunakan dan harus diganti," katanya.
Ketua KPU Selayar, Andi Dewantara, mengatakan, akibat kejadian itu gudang penyimpanan logistik Pemilu akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
"Iya saya pindahkan. Tidak ada opsi lain. Tidak ada opsi untuk tetap bertahan di situ. Arahannya Pak Bupati karena menggunakan Gedung PGRI, bantuannya Pemda. Jadi gedung PGRI itu lantai 2, satu ruangan pertemuan luas," kata Andi Dewantara.
Kemudian, terkait Standar Operasional Pengelolaan (SOP), Dewantara memastikan bahwa pihaknya telah memenuhi SOP. Namun, menurutnya kejadian ini adalah kondisi alam yang tidak bisa dicegah.
"Syarat-syarat SOP pengelolaan gudang sudah terpenuhi semua. Memang ini kondisi alam, mau diapa tidak bisa ditangkis ini," katanya.(Bawaslu RI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




