Jejakfakta.com, Gowa - Danau Tanralili berada tepat di kaki Gunung Bawakaraeng, Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Danau ini menyuguhkan panorama eksotis. Hamparan telaga berair jernih dengan gunung hijau berselimut pohon yang sungguh menawan.

Danau Tanralili terbentuk akibat longsoran gunung sehingga membentuk cekungan yang dalam. Makanya, danau ini juga sering disebut Ranu Kumbolo-nya Sulawesi Selatan.
Baca Juga : One Day One District di Biringbulu, Wabup Gowa Tegaskan Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Lokasinya di kaki Gunung Bawakaraeng setinggi 1.454 mdpl (meter di bawah permukaan laut). Danau yang terbentuk akibat longsoran gunung hingga membentuk cekungan ke dalam. Meski letaknya di kaki gunung, bukan berarti mencapai Danau Tanralili bakal mudah.
Jarak dari Kota Makassar, menuju ke lokasi membutuhkan waktu sekitar 3 jam menuju Desa Lengkese, desa terakhir sebelum melakukan penanjakan.
Para pendaki akan ditantang keberanian dan fisiknya untuk menaklukkan medan yang menantang di sepanjang jalur pendakian.
Baca Juga : KDMP Desa Bone Gowa Jadi Percontohan, Rantai Pasok Nasional Mulai Bergerak dari Desa
Rasa lelah di perjalanan akan terbayarkan dengan panorama Danau Tanralili yang menyuguhkan hamparan air danau yang jernih dan tenang.
Selain itu, suasana sejuk dan hijaunya pepohonan di lereng yang mengelilinginya membuat suasana semakin menyegarkan.
Bagi kalian yang ingin berkemah ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti tidak mendirikan kemah terlalu dekat dengan danau itu sendiri.
Baca Juga : Antusias Sambut Ramadan, Warga Gotong Royong Bersihkan Masjid Tua Katangka yang Sarat Sejarah
Danau Tanralili diketahui bisa tiba-tiba meluap di mana airnya bisa membasahi tenda dan peralatan yang dibawa oleh pendaki.
Para pendaki juga harus mempersiapkan pakaian tebal karena udara di sekitar Danau Tanralili bisa sangat dingin terutama di malam hari.
Gimana tertarik kunjungi Danau Tanralili sahabat Jefak?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




