Rabu, 31 Januari 2024 10:13

2 Keberhasilan Dai 3T

KH Ahmad Subaidi.
KH Ahmad Subaidi.

Program dengan menugaskan 20 dai 3T menunjukkan dua keberhasilan dalam dakwah keagamaan.

Jakarta - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ahmad Zubaidi, mengatakan, program penugasan dai ke daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) menuai kesuksesan.

KH Ahmad Subaidi, dalam keterangan persnya Selasa (30/1/2024), menyebut program penugasan 20 dai 3T menunjukkan dua keberhasilan dalam dakwah keagamaan. Pertama, menyangkut tentang terpenuhinya pelayanan keagamaan masyarakat daerah tertinggal.

Menurutnya, masyarakat merasa puas karena kebutuhan keagamaan mereka menjadi terpenuhi dengan adanya pelayanan dari para dai.

Baca Juga : Intip Rencana MUI Dirikan Tempat Pengobatan yang Sesuai Syariat Islam

"Masyarakat merasa puas karena kebutuhan keagamaan mereka terpenuhi. Anak ada yang mendidik, masjid ada yang mengimami, serta pelayanan jenazah juga," kata Kiai Subaidi.

Kedua, lanjutnya, beberapa dai yang ditugaskan sebelumnya justru berhasil melakukan islamisasi terhadap masyarakat setempat. Hal ini dilihat sebagai efek dari keberadaan dakwah yang moderat kepada sesama.

"Alhamdulillah mereka juga mengislamkan masyarakat setempat dengan dakwah dari dai yang kita utus ke sana," katanya.

Baca Juga : Presiden Jokowi Ungkap: Biasanya Kasus Bullying Ditutup-tutupi untuk Lindungi Nama Baik Sekolah

Kiai Zubaidi pun memastikan, di samping pelayanan keagamaan, para dai juga dituntut untuk melakukan kaderisasi dai dari masyarakat setempat.

Hal tersebut dalam rangka memastikan keberlanjutan dakwah Islam kendati para dai purna dari tugasnya.

"Maksudnya para dai yang kita tugaskan harus mengkader dai berikutnya, sehingga ketika mereka pulang, ada yang melanjutkan dakwah," kata Kiai Zubaidi.

Baca Juga : MUI Minta Guru Sekolah Serius Wujudkan Program Anti-Bullying

Menurutnya, program dai 3T merupakan bentuk pelayanan terhadap umat Islam.

"Karena di daerah 3T ini sebenarnya umat Islamnya banyak, tapi yang membimbing mereka, seperti jadi imam salat, guru ngaji, dan pelayanan jenazah sangat kurang, sehingga kami perlu mengurimkan para dai ke sana," katanya. 

Ke Pelosok NTT

Baca Juga : Ketua MUI Ajak Legawa Atas Hasil Pemilu 2024, Prabowo-Gibran Masih Pimpin Real Count KPU

Majelis Ulama Indonesia, melalui Komisi Dakwah dan Ukhuwah, kembali menyelenggarakan program dai 3T. Kali ini pengiriman dai ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program ini merupakan bagian dari komitmen khidmat MUI untuk Negeri. Rencananya, dai akan ditempatkan berdakwah serta berkhidmat di NTT hingga enam bulan lamanya.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Arif Fahrudin, mengatakan, pengiriman para dai ke NTT ini merupakan wujud implementasi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Baca Juga : Nah! Ini Solusi MUI Agar Mahasiswa Bayar UKT Tanpa Pinjol

"Islam sebagai rahmatan lil 'alamin secara nash (wahyu Alquran) maupun secara keumatan ini memberikan rahmat bagi seluruh alam," katanya.

Kiai Arif berharap para dai yang diberikan amanah berdakwah di NTT menyampaikan pesan-pesan Islam secara maksimal dan para dai dapat menjadi representasi Islam sebagai rahmat bagi seluruhnya.

"Dalam konteks dakwah MUI, bagaimana rahmatan lil 'alaminnya Islam ini merambah wilayah dan daerah di Indonesia termasuk NTT," ujarnya.

Kiai Arif juga berpesan kepada para da'i supaya menyampaikan bagaimana khazanah Islam, akhlak Islam, dan tuntutan Islam hingga akhirnya ajaran Islam ini disyukuri dan diamalkan dengan baik oleh masyarakat setempat. (Sumber: MUIDigital)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Dai 3T #KH Ahmad Zubaidi #Komisi Dakwah MUI #daerah tertinggal #Majelis Ulama Indonesia
Youtube Jejakfakta.com