Jejakfakta.com, Makassar - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Festival Kebudayaan Benteng Somba Opu 2022. Hari pertama Festival Kebudayaan diawali dengan penampilan pagelaran seni budaya dari perwakilan kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan.
Salah satu peserta wakil Kabupaten Bulukumba menampilkan tradisi menidurkan anak dengan ayunan sarung sambil melantunkan nyanyian khas Yabe Lale yang berasal dari bahasa lontara asli Bugis, Sulawesi Selatan. Berisi doa dan pengharapan pada sang anak agar kelak menjadi yang terbaik.

Sejumlah penampilan tari kontemporer dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan juga memeriahkan Festival Kebudayaan Somba Opu 2022.
Baca Juga : Kementerian ATR/BPN dan KPK Gencarkan Transformasi Layanan Pertanahan di Sulsel
"Festival budaya di Benteng Somba Opu digelar untuk mengangkat kembali nama Benteng Somba Opu yang sempat vakum dikarenakan Covid-19," kata Agus, salah satu panitia Festival Budaya Somba Opu, Jumat (28/10/2022).
Festival Kebudayaan Somba Opu 2022 tidak hanya menampilkan pagelaran seni budaya, juga dimeriahkan festival kuliner, dan pameran kebudayaan. Kegiatan ini digelar selama 3 hari, dari tanggal 28-30 Oktober 2022, di Benteng Somba Opu, Makassar. (*)
--
Baca Juga : Bupati Irwan Teken Komitmen Pengolahan Sampah, Dorong Warga Jadi Garda Terdepan Kebersihan Luwu Timur
Lirik Lagu Yabe Lale:
Cakkaruddu’ atinrono 2X
Matinro tudang ammo
Alla nasala nippimmu
Nippi magi mumalewe 2X
Lewe’no makkawaru
Alla todongi go peddi’
Peddi’ kegana mutaro 2X
Kegani mupallinrung
Alla tomassalle lolang
Lolangno mussaleangngi 2X
Sarae ri atimmu
Alla aja’ mumadoko
Madoko-dokoni laoe 2X
Makkale’ rojong-rojong
Alla tori welaimmu
Tori welaimmu gare’ 2X
Tudang ri tengnga laleng
Alla mappaseng naterri
Tori paseng tea mette’ 2X
Tona polei paseng
Alla tea makkutana
Pekkogana makkutana 2X
Rilaleng tennunengna
Alla napole pasetta
Di dalam lirik lagu Yabe Lale di atas tersirat makna dan pesan mendalam. Di bait pertama terkandung undangan untuk segera pulas. Kemudian, di bait 2 hingga 5 tersirat harapan dan doa seorang ibu biar anaknya kelak berhasil mencapai cita-citanya, senantiasa didiberi keselamatan, kemudian mengantarnya ke dalam kehidupan yang lebih baik.
Baca Juga : Silaturahmi Akbar Pemprov Sulsel, Munafri–Aliyah Perkuat Sinergi Lintas Daerah dan Jejaring Kolaborasi
Terakhir, di bait 6 dan 7 diam-diam pengharapan seorang ibu terungkap. Ternyata, lagu Yabe Lale ini meliputi ungkapan rasa seorang ibu yang membesarkan anaknya seorang diri alasannya yaitu ditinggal pergi oleh suami, entah dengan tujuan merantau mencari penghidupan lebih layak atau ikut berjuang dalam perang kemerdekaan melawan penjajah di masa lalu.
Singkatnya, lagu Yabe Lale di atas yaitu lagu hiburan sekaligus pengantar pulas bagi seorang anak yang ditinggal pergi oleh ayahnya. (Dari berbagai sumber)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




