Ahad, 04 Februari 2024 21:59

CEK FAKTA

Ganjar Sebut 12.000 Desa Masuk Blank Spot, Tak Dapat Layanan Internet

Editor : Redaksi
Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyampaikan pandangannya saat Debat Kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). @Jejakfakta/dok. Tangkapan Layar KPU
Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyampaikan pandangannya saat Debat Kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). @Jejakfakta/dok. Tangkapan Layar KPU

Ribuan desa di Indonesia yang masih belum dapat akses internet.

Jejakfakta.com, Jakarta -- Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyebutkan bahwa 12.000 desa di Indonesia tidak dapat layanan internet atau blank spot.

Hal itu disampaikan Ganjar menjawab pertanyaan capres nomor urut 2, Prabowo Subianto terkait cara mengatasi ketimpangan digital.

Pertanyaan ini disampaikan dalam debat kelima capres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (4/2/2024).

Baca Juga : Uceng Jadi Guru Besar UGM, Soroti Lemahnya Independensi Lembaga Negara

"Ada kurang lebih 12.000 desa yang masih blank spot," kata Ganjar.

Eks Gubernur Jawa Tengah ini menyayangkan adanya ribuan desa di Indonesia yang masih belum dapat akses internet.

"Padahal kita ingin mendigitalisasi banyak hal untuk memberikan fasilitas, ya pendidikan, ya kesehatan," imbuhnya.

Baca Juga : Jangan Amplifikasi Propaganda dan Ketakutan, Koalisi Cek Fakta Ingatkan Publik dan Media

Cek faktanya?

Melansir pemberitaan CNN Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate menyebut ada 12.548 desa dan kelurahan belum mendapatkan layanan internet alias blank spot.

Tak hanya di wilayah terluar, terpencil, dan terdepan (3T), wilayah blank spot itu juga ada yang masuk kategori wilayah komersial.

Baca Juga : Kepercayaan Publik Membaik, Media Jadi Lembaga Penjernih Informasi

"Blank spot ini ada 12.548 desa dan kelurahan bukan seluruhnya ada di wilayah 3T, ada juga di wilayah komersial atau non 3T yang menjadi wilayah operasi operator seluler dan fiber optik," kata Johnny Plate.

Plate pun mendorong pihak operator seluler berinvestasi di wilayah-wilayah tersebut. Hal itu berguna untuk pemerataan dan mempersempit disparitas digital di Indonesia.

(Sumber: Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#ganjar pranowo #debat Capres 2024 #Cek Fakta
Youtube Jejakfakta.com