Senin, 26 Februari 2024 11:23

Rakorsus Makassar Usung Tema Low Carbon City, Pj Gubernur Sulsel: Sesuai Program Jangka Panjang Sulsel 2024 

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pemerintah Kota Makassar Tahun 2024 di Hotel Sheraton By Four Points, Makassar, Senin (26/2/2024). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel
Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pemerintah Kota Makassar Tahun 2024 di Hotel Sheraton By Four Points, Makassar, Senin (26/2/2024). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel

Penurunan emisi carbon bukan hanya di Makassar juga harus diikuti Kabupaten/kota lainnya.

Jejakfakta.com, Makassar -- Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pemerintah Kota Makassar Tahun 2024 yang mengusung tema Makassar Low Carbon City with Metaverse, turut dihadiri Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, di Hotel Sheraton By Four Points, Makassar, Senin (26/2/2024). 

Hadir pula Kepala Badan Strategis Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo. Serta sebagai narasumber ahli tingkat nasional dan internasional, yakni Rima Ginanjar, Partha Sarathi, dan Supardi Tan. 

Bahtiar Baharuddin dalam sambutannya mengapresiasi ide dan gagasan dari Wali Kota Makassar, yang melakukan rembug kota yang dihadiri 1.200 peserta, termasuk menghadirkan ahli di bidangnya. 

Baca Juga : Perwakilan Makassar Bersinar di MTQ Maros, 31 Kafilah Lolos Final Bidik Juara Umum

"Rembug kota ini dihadiri oleh para narasumber skala nasional dan internasional ini yang luar biasa. Seluruh pejabat SKPD dan pemangku kepentingan di Kota Makassar semua dilibatkan," kata Bahtiar dalam keterangan tertulisnnya. 

Bukan hanya itu, tetapi substansi yang dibicarakan tentang low carbon (rendah karbon). "Ini adalah isu dunia dan kota seluruh negara," ungkapnya. 

Oleh karena ide yang baik dari tingkat bawah dari kabupaten/kota harus didukung oleh pemerintah lebih atasnya, yakni provinsi bahkan nasional. Program Pemerintah Kota Makassar ini, kata Bahtiar, berkesesuaian dan sejalan dengan rancang bangun perencanaan pembangunan jangka panjang Sulawesi Selatan 2024-2045. 

Baca Juga : Hadiri Dharma Santi Nyepi, Wali Kota Makassar Ajak Warga Hindu Rawat Kerukunan dan Keberagaman

Membangun Sulsel yang mandiri, berdaulat dan maju dalam ekosistem ekonomi biru, yang ramah lingkungan dan alam yang harus diutamakan. Mengolah alam dan membangun daerah, tetapi jangan lupa alam tetap harus dirawat. 

"Kami pastikan ketika Makassar sudah membicarakan low carbon, tentu seluruh kabupaten dan kota di Sulsel juga harus membicarakan low carbon. Penurunan emisi carbon bukan hanya di Makassar. Tema ini harus saya dorong agar daerah lain juga bicarakan," terangnya. 

Secara konkrit di Sulsel sendiri, terdapat beberapa program penanaman. Menghijaukan lingkungan, tetapi juga ada nilai  ekonominya, seperti menanam sukun, pisang, nangka, pulau kita rawat dengan membuat artificial reefs atau terumbu karang buatan. Supaya ada ekosistem baru bagi biota laut termasuk ikan 

Baca Juga : Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Selama Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Ia pun mengajak Danny Pomanto yang juga memiliki latar belakang perancang atau orang planalogi untuk membantu mendesain ekosistem Sulsel. Khususnya low carbon. 

"Kalau ada program kabupaten kota yang bagus kita angkat menjadi program provinsi, kebijakan yang bagus yang ada juga kita dorong menjadi kebijakan nasional," pungkasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Makassar Low Carbon City #rembug kota #Kota Makassar #emisi karbon #ekonomi biru
Youtube Jejakfakta.com