Kamis, 07 Maret 2024 17:02

Muhammadiyah Minta Hak Angket Tidak Jadi Sumber Konflik Politik di Masyarakat

Editor : Nurdin Amir
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Muti. @Jejakfakta/Foto: dok. Ist.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Abdul Muti. @Jejakfakta/Foto: dok. Ist.

Hak angket ini jangan dijadikan sebagai sumber konflik antara masyarakat yang pro dengan kontra akan hasil pemilu.

Jejakfakta.com, Makassar -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta elite politik tidak menarik masyarakat dalam konflik politik yang tengah terjadi setelah Pilpres 2024.

"Elite politik hendaknya tidak menyeret masyarakat ke dalam arus politik konfrontatif dan menjadikannya sebagai alat kekuasaan," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam keterangan persnya, Rabu (6/3/2024) kemarin.

Ia menyoroti fenomena hak angket atas dugaan kecurangan saat pemilu yang sedang bergulir di kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Baca Juga : JK: Peluang Perdamaian Palestina–Israel Masih Terbuka

Menurut Abdul, hak angket ini merupakan fasilitas yang bisa digunakan oleh anggota legislatif dan sah secara undang-undang.

Meski demikian, Abdul berharap hak angket ini jangan dijadikan sebagai sumber konflik antara masyarakat yang pro dengan kontra akan hasil pemilu.

"Masyarakat tidak seharusnya risau dengan dinamika politik di DPR," tuturnya.

Baca Juga : Rapat Senat Sahkan 3 Calon Rektor Unismuh Makassar Periode 2024-2028

Dengan tidak digunakannya hak angket sebagai pemicu konflik, Abdul yakin kondisi masyarakat akan kembali kondusif dan tenteram, bahkan setelah pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih.

Sebelumnya, PP Muhammadiyah dinilai turut berperan membantu pemerintah dalam menjaga kondusivitas masyarakat saat dan setelah pemilu.

"PP Muhammadiyah ini adalah organisasi kemasyarakatan yang bernapaskan Islam dan memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga keharmonisan di lingkungan masyarakat," kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto saat mengunjungi Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2024).

Baca Juga : Muhammadiyah Alihkan Dana dari BSI, Hindari Persaingan Tidak Sehat

Menurut Hadi, organisasi keagamaan seperti PP Muhammadiyah memiliki pengaruh banyak bagi masyarakat, terutama yang beragama Islam. Pengaruh itu, lanjut Hadi, bisa untuk menyampaikan narasi perdamaian saat masa pemilihan umum. Hal tersebut dapat berpengaruh dalam memperkecil konflik antarpendukung peserta Pemilu.

"Sebelum pemilu juga peran PP Muhammadiyah dalam menjaga kondisi aman dan damai itu terus berlangsung dan seperti itu saja sudah sangat mendukung situasi damai," kata Hadi.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Hak Angket #konflik politik #Pilpres 2024 #PP Muhammadiyah #elit politik
Youtube Jejakfakta.com