Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mulai memperketat pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan sistem yang lebih transparan dan terintegrasi.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan praktik manipulasi jalur domisili atau zonasi, termasuk memindahkan kartu keluarga demi masuk sekolah tertentu, tidak boleh lagi terjadi.

Menurut Munafri, langkah tersebut justru memicu ketimpangan daya tampung sekolah dan menyebabkan penumpukan pendaftar di sekolah favorit, sementara sekolah lain kekurangan siswa.
Baca Juga : Makassar Tuan Rumah IGS 2026, Kemenlu Perkenalkan Kuliner dan Peluang Investasi kepada Delegasi Dunia
“Jangan lagi dipaksakan dengan memindahkan kartu keluarga hanya untuk masuk ke sekolah tertentu. Praktik seperti ini justru menimbulkan ketimpangan,” tegas Munafri, Kamis (7/5/2026).
Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan resmi membuka tahapan SPMB 2026 untuk jenjang TK, SD, dan SMP dengan sistem berbasis digital yang dapat dipantau secara real-time.
Sistem LONTARA+ Jadi Senjata Baru Pemkot
Baca Juga : Di Hadapan 41 Delegasi dari 28 Negara, Munafri Promosikan Potensi Makassar kepada Duta Besar Dunia
Tahun ini, Pemkot Makassar menghadirkan aplikasi LONTARA+ sebagai pusat layanan utama SPMB 2026. Sistem tersebut diklaim mampu menutup celah kecurangan sekaligus memperkuat transparansi proses penerimaan siswa baru.
Selain melalui aplikasi, masyarakat juga tetap bisa mengakses layanan melalui laman resmi SPMB Makassar.
Munafri mengatakan evaluasi besar-besaran telah dilakukan terhadap pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya, terutama terkait persoalan server down dan dugaan praktik “titipan” yang sempat menjadi sorotan publik.
Baca Juga : Kepada 369 Kepsek, Munafri Tegaskan Tak Boleh Ada Kecurangan SPMB dan Pungutan Perpisahan
“Semua sistem tahun lalu kita bedah. Apa yang kurang, kita perbaiki. Tahun ini kita pastikan tidak ada lagi alasan server down,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi gangguan teknis, Pemkot Makassar membagi layanan ke dalam tiga server berbeda untuk jenjang TK, SD, dan SMP.
Tak hanya itu, sistem juga dilengkapi:
- fitur live chat pengaduan,
- notifikasi otomatis via WhatsApp dan email,
- pengecekan data NISN,
- pencocokan titik koordinat alamat,
- hingga input ukuran seragam gratis.
Baca Juga : Lantik 369 Kepsek, Munafri-Aliyah Minta Kepala Sekolah Jadi Teladan dan Jaga Integritas
Fokus Pemerataan Pendidikan
Munafri menilai pemerataan distribusi siswa menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh sekolah, bukan hanya di sekolah unggulan tertentu.
Dengan sistem zonasi yang dijalankan lebih ketat dan transparan, Pemkot berharap seluruh jalur penerimaan dapat dimanfaatkan secara proporsional.
Baca Juga : Makassar Jadi Panggung Diplomasi Dunia, 28 Negara Dijamu Lewat Kuliner hingga Peluang Investasi
“Pemerataan ini penting agar anak-anak kita bisa masuk sekolah melalui proses yang adil dan tersaring secara optimal,” katanya.
Jadwal Penting SPMB 2026 Makassar
Berikut tahapan pelaksanaan SPMB 2026 Makassar:
- Simulasi pendaftaran: 12–14 Mei 2026
- Jalur non-domisili: 2–4 Juni 2026
- Pengumuman non-domisili: 5 Juni 2026
- Daftar ulang: 6–8 Juni 2026
Sementara jalur domisili dibuka:
- 9–13 Juni 2026
- Pengumuman: 14 Juni 2026
- Daftar ulang: 15–17 Juni 2026
Munafri optimistis sistem baru yang lebih terbuka ini mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan siswa baru di Makassar.
“Kalau sistemnya transparan, semua bisa mengawasi. Itu yang kita mau, supaya tidak ada lagi ruang untuk permainan,” pungkasnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




