Makassar, jejakfakta.com - Pimpinan Wilayah Fatayat NU Sulsel mengadakan diskusi dan penayangan film berjudul "Demi Nama Baik Kampus", di LT UIN Alauddin Makassar, Kamis (8/12/2022) siang.
Fatayat Nahdlatul 'Ulama Sulsel bekerja sama Pusat Studi, Gender dan Anak (PSGA) UIN Alauddin Makassar.

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker. Juga Ketua PW Fatayat NU Sulsel Nurul Ulfa Muthalib.
Baca Juga : Peringati 16HAKtP, Ketua Fatayat NU Sulsel Ajak Mahasiswa Laporkan Kekerasan Seksual di Kampus
Narasumber Kepala PSGA UIN Alauddin Rosmini Amin dan Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Makassar Aci Soleman.
Parade film ini dalam rangka memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKtP) yang digelar tiap tanggal 25 November sampai 10 Desember.
Penyelenggara menekankan diskusi dengan topik Zero Tolerance Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus. Hal itu merespons kasus kekerasan seksual yang sampai saat ini masih marak di kampus.
Kegiatan dijadwalkan siang ini mulai pukul 12.30 Wita sampai selesai.
Melansir komnasperempuan, kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.
Sebagai institusi nasional hak asasi manusia di Indonesia, Komnas Perempuan menjadi inisiator kegiatan ini di Indonesia.
Aktivitas ini sendiri pertama kali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.
Setiap tahunnya, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional.
Rentang waktu tersebut dipilih dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




