Jejakfakta - Marhaban ya Ramadan 2024/1445 Hijriah. Puasa merupakan ibadah jasadiyah (ibadah yang menuntut aktivitas fisik) yang pahalanya istimewa, besar.
Saking istimewanya, malaikat pencatat amal pun tidak tahu pahala puasa, langsung ke Allah subhana wataala.

Dalam hadis qudsi Allah Swt berfirman, “Setiap amal kebaikan akan diberi pahala sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. (Adapun) puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberi pahala atasnya …” (HR At-Tirmidzi).
Baca Juga : Lebaran Idulfitri 1445 Hijriah Rabu 10 April Versi Muhammadiyah
Dari Abu Saleh az-Zayyaat sesungguhnya dia mendengar Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah saw bersabda: Allah subhana wataala berfirman: "Setiap amal ibadah anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku akan memberi balasan atas puasa itu dan puasa adalah tameng (Hadis Riwayat al- Bukhari).
Ibadah puasa menjadi milik Allah Swt., dan Dia akan memberikan pahala yang sangat besar, bahkan manusia sendiri belum tahu secara pasti apa yang akan diberikan oleh Allah Swt. Inilah janji Allah Swt., dan sekali-kali tidak pernah Dia mengingkari janji-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya:
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya'. Sesungguhnya Allah Swt tidak menyalahi janji." (QS. Ali Imran: 9).
Baca Juga : Manfaat Puasa: Buang Racun Tubuh 10 Kali Lipat, Juga Ada Pahala Jihadnya
Bacaan Niat dan Rukun Puasa
Umat Islam wajib hukumnya berpuasa selama bulan Ramadan. Firman Allah swt dalam surat Al-Baqarah ayat 183.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Baca Juga : Tidak Dianjurkan Tegur Keras Anak-anak yang Bermain di Masjid
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah: 183).
Niat puasa Ramadan:
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i fardhi syahri Ramadhâni hâdzihis sanati lillâhi ta'âla.
Baca Juga : Muhammadiyah Sulsel Gelar Pengajian Selamatkan Umat Songsong Ramadan
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta'ala."
Rukun puasa Ramadan:
1. Niat
Baca Juga : Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1445 H Jatuh pada 12 Maret 2024
2. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa: syahwat farji (kemaluan) dan syahwat perut (makan dan minum) sejak terbit fajar sampai matahari terbenam atau waktu Maghrib.
Sunah puasa Ramadan
Ada sejumlah sunah puasa Ramadan, antara lain:
1. Makan sahur
2. Menyegerakan berbuka saat tiba waktu buka
3. Membaca doa buka puasa
4. Berbuka dengan makanan atau minuman yang manis-manis
5. Memberi makan pada orang yang berbuka
6. Memperbanyak sedekah dan ibadah lainnya.
Waktu niatnya beda puasa sunah
Puasa sunah berbeda puasa wajib dalam hal niat. Puasa wajib seperti puasa Ramadan wajib diniatkan pada malam hari sebelum fajar.
Keabsahan membaca niat puasa Ramadan di malam hari ini mengacu pada Mazhab Syafi’i.
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’:
ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر.
Artinya, “Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits,” demikian ditulis Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’, Juz II. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




