Ahad, 11 Desember 2022 17:40

Sejarah Inggris di Perempat Final Piala Dunia, Ada Sisi Bagus di Tengah yang Buruk

Editor : Herlina
Timnas Inggris di Piala Dunia Qatar 2022. (Dok. Int)
Timnas Inggris di Piala Dunia Qatar 2022. (Dok. Int)

Ada beberapa sisi bagus di tengah yang buruk, dengan tiga kemenangan Inggris yang berkesan dan dirayakan tahun 1966, 1990, dan 2018.

Menggambarkan pengalaman Inggris pada perempat final Piala Dunia FIFA sebagai pergolakan, kemungkinan menjadi pernyataan yang meremehkan.

Ada beberapa sisi bagus di tengah yang buruk, dengan tiga kemenangan berkesan dan dirayakan pada tahun 1966, 1990, dan 2018.

Namun, kekalahan lah yang menonjol, dengan tokoh-tokoh ikonik seperti Garrincha, Franz Beckenbauer, Diego Maradona, Ronaldinho, dan Cristiano Ronaldo telah membantu menyajikan beberapa pertandingan yang paling berkesan dan menyakitkan untuk Three Lions dalam sejarah Piala Dunia.

Baca Juga : Usai Takluk dari Arab Saudi, Ini Jalan Berliku Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026

Diambil dari lama resmi FIFA, berikut sejarah Inggris pada laga perempat final Piala Dunia:

1954 - Inggris vs Uruguay di Basel, kalah 2-4

Inggris lolos ke perempat final pertama mereka di Piala Dunia setelah bermain imbang dengan Belgia dan menang 2-0 atas tuan rumah Swiss. Sama seperti tahun ini, langkah mereka mempertemukan dengan juara bertahan, Uruguay yang telah mengalahkan mereka 2- 1 dalam pertandingan persahabatan di Montevideo, 12 bulan sebelumnya. Setelah tertinggal lebih awal, Nat Lofthouse menyamakan kedudukan. Namun gol Uruguay pada kedua babak membuat pasukan Walter Winterbottom berada di ambang kekalahan.

Baca Juga : Timnas Jepang vs Timnas Indonesia: Laga Pamungkas Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026

1962 - Inggris vs Brasil di Vina del Mar, kalah 1-3 

Keberadaan tim nasional Inggris di Chili menampilkan tantangan yang terdengar seperti prasejarah bagi pesepak bola abad ke-21. Skuad yang tinggal di penginapan di kamp pertambangan di puncak bukit, sebagai tamu dari perusahaan tembaga Amerika, dan kehilangan bek tengah utama Peter Swan karena sakit disentri.

Menempati peringkat kedua di grup, mereka menghadapi juara bertahan Brasil di perempat final, yang kemudian menjadi pertandingan terakhir Walter Winterbottom sebagai manajer.

Baca Juga : Timnas Indonesia Hadapi China dalam Laga Krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026

1966 - Inggris vs Argentina di London, menang 1-0

Tim asuhan Alf Ramsey lolos dari babak penyisihan grup tanpa kebobolan dan ada clean sheet keempat untuk Gordon Banks di perempat final Wembley yang menggelora. Hawa pertandingan naik ketika kapten Argentina Antonio Rattin dikeluarkan sebelum paruh waktu karena perselisihan. Keputusan ini awalnya tidak diterima Rattin, sehingga menyebabkan beberapa menit waktu terbuang di lapangan akibat protes.

Melawan sepuluh orang, Inggris tidak kunjung memecah kebuntuan hingga menit ke-78. Three Lions mendapat keuntungan dari saling pengertian dua pemain West Ham United, Martin Peters dan Geoff Hurst.

Baca Juga : Maroko Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2025

1970 - Inggris vs Jerman Barat di Leon, kalah 2-3

Pesepak bola Inggris menduduki puncak tangga lagu pop dengan lagu Piala Dunia mereka 'Back Home' tetapi mereka jatuh dari puncak sepak bola setelah kekalahan menyakitkan dari Jerman Barat. Setelah finis kedua di grup mereka di belakang Brasil, pasukan Ramsey menghadapi Jerman dalam pertandingan ulang final 1966.

Baca Juga : Hasil Piala Dunia 2022 Argentina vs Kroasia: Skor 3-0 


1986 - Inggris vs Argentina di Mexico City, kalah 1-2

Inggris memulai dengan lambat di Meksiko, tetapi menjadi hidup pada pertandingan ketiga grup dengan hat-trick Gary Lineker melawan Polandia. Dua gol lagi dari Lineker menyusul dalam kemenangan 3-0 dari Paraguay pada 16 besar. Namun berikutnya, Argentina menghalangi jalan mereka di Estadio Azteca.

Yang terjadi selanjutnya adalah salah satu pertandingan perempat final Piala Dunia yang paling terkenal, ditandai oleh dua aksi legendaris Diego Maradona: gol 'Tangan Tuhan' miliknya dan kemudian slalom luar biasa dari lapangan tengah, yang dinyatakan FIFA sebagai Gol Abad ke-20.

1990 - Inggris vs Kamerun di Napoli, menang 3-2

"Penemu sepak bola menghilangkan kegembiraan dari piala,” kata surat kabar Brasil Folha de Sao Paulo setelah Inggris dinaungi keberuntungan ketika mengalahkan perempat finalis Afrika pertama. "Kalian sangat beruntung!" kata Daily Express dengan lebih blak-blakan.

David Platt, pahlawan pada babak 16 besar melawan Belgia, menyundul bola ke gawang untuk membawa Inggris memimpin. 

2002 - Inggris vs Brasil di Shizuoka, kalah 1-2

David Beckham adalah fokus dari begitu banyak sorotan lampu kamera di Jepang.

2006 - Inggris vs Portugal di Gelsenkirchen, imbang 0-0 di waktu normal, kalah 1-3 dalam adu penalti

Seperti halnya Beckham empat tahun sebelumnya, Wayne Rooney berpacu dengan waktu untuk pulih setelah menderita patah tulang di kakinya. Cerita ini mendominasi hitungan mundur sebelum putaran final dalam kampanye Inggris, yang poin pembicaraan lainnya termasuk tarian robot Peter Crouch. Berbeda dengan Crouch, Rooney tidak mencetak gol di Jerman. Namun, kartu merahnya setelah 62 menit karena menginjak Ricardo Carvalho pada perempat final melawan Portugal, adalah momen yang sangat penting.

2018 - Inggris vs Swedia di Samara, menang 2-0

Inggris tiba di Samara, bekas rumah program luar angkasa Soviet, menyusul kemenangan pada babak 16 besar atas Kolombia. Kemenangan yang terasa seperti momen lepas landas karena mereka pada akhirnya memenangi adu penalti di Piala Dunia. Dengan terhentinya kutukan itu, Inggris bisa lepas dari mimpi buruk yang telah menyusahkan mereka di turnamen sepak bola selama bertahun-tahun.

2022 - Inggris vs Prancis di Al Khor, kalah 1-2

Melawan Prancis setelah perjalanan mulus dari babak penyisihan, Inggris ternyata belum mampu melaju ke semifinal, padahal peluang dua penalti bisa menjadi pintu. Sayang tidak dieksekusi dengan baik . (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Piala Dunia #Inggris #Sejarah
Youtube Jejakfakta.com