Sabtu, 11 Mei 2024 08:26

Ibadah Haji 2024

Jemaah Haji Indonesia Disarankan Bawa Obatan-obatan Ini

Jemaah haji Indonesia asal Lahat di Arafah 2023.
Jemaah haji Indonesia asal Lahat di Arafah 2023.

dr. Leks juga mencatat jemaah rawan terkena penyakit kulit, infeksi jamur, ruam panas, atau luka akibat gesekan pakaian bisa terjadi karena panas dan kelembaban yang tinggi.

Madinah - Kementerian Agama menyarankan jemaah haji membawa berbagai jenis obat guna menunjang kesehatan fisik selama menunaikan ibadah haji.

Melansir dari laman Kemenag, berikut ini macam obat yang disarankan:

1. Obat antidiare,

Baca Juga : SULAWESI LUMBUNG POLUSI: Ketika Hilirisasi Nikel Menggerus Nafas dan Hak Hidup Warga

2. Obat pencernaan,

3. Obat pereda nyeri,

4. Obat alergi,

Baca Juga : Perjalanan Haji 2024 Dimulai, Menag Gusmen: Ke Tanah Suci Itu Beribadah Tolong Jangan Selipkan Niat-niat Lain

5. Obat untuk Masalah Kulit,

6. Obat flu dan batuk,

7. Obat pribadi, obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk kondisi kesehatan tertentu, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, diabetes, jantung atau kondisi medis lainnya.

Baca Juga : Siap-siap Ahad 12 Mei, Menteri Agama: InsyaAllah Saya akan Melepas Kloter Pertama

Menurut data Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH), terdapat beberapa penyakit yang rentan dialami jemaah haji saat di tanah suci.

"Ada beberapa penyakit yang sering dialami jemaah haji, yaitu: Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diakibatkan karena kerumunan besar jemaah, polusi udara, dan perubahan suhu yang drastis di Mekah dan Madinah." kata Dokter Leksmana, di Madinah, Kamis (9/5/2024).

"Gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, atau sakit perut, yang disebabkan oleh perubahan pola makan, air minum yang berbeda, dan sanitasi yang mungkin tidak memadai juga perlu diwaspadai," kata Kasi Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH Daker Madinah tersebut.

Baca Juga : Kuota Haji Terpenuhi, Kemenag: Jangan Tertipu Berangkat dengan Visa Nonhaji

Selain itu, dokter Leks, sapaan akrab dr. Leksmana, menyebut dehidrasi menjadi risiko yang serius terutama jika jemaah tidak cukup minum air.

"Hal ini dikarenakan cuaca panas di Makkah dan Madinah," kata dr. Leks.

dr. Leks juga mencatat jemaah rawan terkena penyakit kulit, infeksi jamur, ruam panas, atau luka akibat gesekan pakaian bisa terjadi karena panas dan kelembaban yang tinggi.

Baca Juga : Rincian Tahap Perjalanan Haji Tahun 2024, Terbang Mulai 12 Mei

"Penyakit menular, seperti flu, demam, atau penyakit menular lainnya karena interaksi dengan jemaah dari berbagai negara dengan kondisi kesehatan yang berbeda juga perlu diantisipasi," katanya.

Juga terdapat penyakit kronis yang bisa jadi dialami jemaah. Kondisi seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung bisa menjadi lebih sulit dikontrol karena perubahan pola makan, kurang istirahat, dan stres selama perjalanan.

"Serta trauma atau cedera, terutama karena kerumunan besar dalam melakukan ritual seperti tawaf dan melempar jumrah," kata dr. Leks.

Data Kemenag mencatat tahun ini ada sekitar 45.000 jemaah haji reguler dengan usia 65 tahun ke atas. Di tengah cuaca panas Tanah Suci jemaah perlu menjaga kondisi fisiknya tetap bugar dan sehat.

Besok kelompok terbang pertama (kloter 1) jemaah haji Indonesia mulai berangkat ke Arab Saudi. Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas yang akan melepas.

Tahun ini, Indonesia 241.000 jemaah, terdiri atas 213.320 jemaah reguler dan 27.680 jemaah haji khusus. (Kemenag RI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#dr. Leksmana #obat-obatan jemaah haji #ispa #jadwal perjalanan haji 2024
Youtube Jejakfakta.com