Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi tahun ini.
Langkah tersebut dilakukan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena El Nino yang berpotensi lebih kuat dibanding periode sebelumnya. Kondisi itu diperkirakan memicu kemarau panjang, meningkatkan risiko kebakaran serta krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tujuh posko siaga yang tersebar di titik-titik strategis untuk mempercepat respons penanganan darurat.
Baca Juga : Menuju 10 Besar, 68 Kandidat Rebut Kursi Komisioner BAZNAS Makassar
“Fokus utama kami selama musim kemarau adalah potensi kebakaran dan kekeringan. Karena itu, kami membentuk posko khusus guna memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat,” ujar Fadli, Jumat (17/4/2026).
Tujuh posko tersebut terdiri atas satu posko induk (Mako) di Jalan Ratulangi dan enam posko pendukung di kawasan Akarena, Ujung Tanah, KIMA, Tamalanrea, Todopuli, serta Manggala.
“Total ada tujuh posko yang kami aktifkan agar penanganan kejadian darurat dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” tambahnya.
Baca Juga : Efisiensi BBM Jadi Aksi Nyata, Appi Gowes Pagi Pantau Kebersihan Tiga Kecamatan di Makassar
Selain penanganan kebakaran, Damkarmat Makassar juga disiapkan membantu distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan dengan mendukung layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Kami akan melakukan backup penyaluran air bersih menggunakan armada yang tersedia. Namun demikian, sebagian armada tetap disiagakan untuk penanganan kebakaran,” jelasnya.
Saat ini, Damkarmat Makassar memiliki sekitar 60 unit armada yang tersebar di berbagai posko. Seluruh armada tersebut akan dimaksimalkan untuk pelayanan masyarakat, baik dalam penanganan kebakaran maupun distribusi air bersih.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama
Fadli turut mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lahan kosong yang ditumbuhi rumput kering.
“Rumput kering sangat mudah terbakar, terutama jika terdapat sumber api seperti puntung rokok atau pembakaran sampah. Ini yang sering menjadi pemicu kebakaran di musim kemarau,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah wilayah hingga tingkat RT/RW dalam melakukan pengawasan terhadap area rawan kebakaran sebagai langkah pencegahan dini.
Baca Juga : Dubes Finlandia Bahas Kerja Sama Infrastruktur Cerdas dengan Wali Kota Makassar
Di sisi lain, Damkarmat Makassar menyoroti kebutuhan penguatan sarana dan prasarana seiring perkembangan kota serta meningkatnya kompleksitas penanganan kebakaran.
“Penanganan kebakaran saat ini semakin kompleks, termasuk munculnya kasus kebakaran baterai kendaraan listrik yang membutuhkan alat khusus seperti fire blanket, yang saat ini belum tersedia,” ungkap Fadli.
Selain itu, Damkarmat juga membutuhkan armada khusus untuk penanganan kebakaran di wilayah perairan, seperti speedboat atau fireboat. Saat ini, fasilitas yang tersedia masih terbatas pada perahu karet.
Baca Juga : Dapat Tambahan Kapal dari Pusat, Pemkot Makassar Siapkan Rute Transportasi Antar Pulau
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap risiko bencana selama musim kemarau dapat diminimalisir.
“Kami memastikan pelayanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan tetap berjalan optimal bagi masyarakat,” tutupnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




