Ahad, 19 Juli 2026 12:27

DLU Gandeng Kecamatan Wajo Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu, Perkuat Misi Makassar Zero Waste

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Wajo bersama PT Dharma Lautan Utama (DLU) membangun sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang mengedepankan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar
Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Wajo bersama PT Dharma Lautan Utama (DLU) membangun sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang mengedepankan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

PT Dharma Lautan Utama bersama Kecamatan Wajo membangun sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat untuk mendukung program Makassar Zero Waste melalui penerapan prinsip 3R.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Upaya mewujudkan Makassar Zero Waste terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Wajo bersama PT Dharma Lautan Utama (DLU) membangun sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang mengedepankan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Program tersebut menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Dharma Lautan Utama sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Wajo, Ivan Kalalembang, mengapresiasi komitmen DLU yang tidak hanya menerapkan pengelolaan sampah di lingkungan operasional perusahaan, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga : Jawab Fraksi DPRD, Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Komitmen Perkuat PAD dan Benahi Serapan Anggaran

"Kami mengapresiasi komitmen PT Dharma Lautan Utama yang tidak hanya menerapkan pengelolaan sampah di lingkungan operasional perusahaan, tetapi juga menghadirkan program yang langsung menyentuh masyarakat melalui pembangunan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kecamatan Wajo," ujar Ivan, Minggu (19/7/2026).

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembangunan fasilitas pemilahan sampah yang dapat dimanfaatkan warga serta penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Menurut Ivan, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai sejak dari sumbernya.

Baca Juga : Sekda Makassar Buka Alur Hibah KONI Rp15 Miliar, Tegaskan Seluruh Proses Sesuai Regulasi

Melalui program tersebut, DLU menerapkan prinsip 3R dalam operasional kapal sekaligus memperluas implementasinya kepada masyarakat melalui penyediaan fasilitas pemilahan sampah.

Ia berharap program itu mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui proses pemilahan dan daur ulang.

"Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui proses pemilahan dan daur ulang," katanya.

Baca Juga : Kecamatan Ujung Pandang Edukasi Warga Pulau Lae-Lae Pilah Sampah, 353,1 Kilogram Sampah Berhasil Dikumpulkan

Ivan menjelaskan, keberadaan fasilitas pemilahan sampah menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Dengan pemilahan sejak dari sumber, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat didaur ulang, sementara volume sampah residu yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

Langkah tersebut, lanjutnya, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang terus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dari sekadar membuang menjadi memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga maupun lingkungan sekitar.

Baca Juga : Makassar Bersiap Tinggalkan Pola Buang Sampah Lama, TPA Tamangapa Mulai Fokus Terima Residu

Selain berdampak pada aspek lingkungan, program TJSL DLU juga diharapkan memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan meningkat, sekaligus membuka peluang ekonomi dari sampah yang memiliki nilai jual.

Ivan menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.

Karena itu, ia berharap kolaborasi bersama DLU dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Baca Juga : Satpol PP Tertibkan Bangunan Ilegal di Eks Stadion Mattoanging, Jaga Aset Pemkot Makassar

"Semakin banyak perusahaan yang terlibat melalui program tanggung jawab sosialnya, maka semakin besar pula dukungan terhadap upaya mewujudkan Makassar sebagai kota yang bersih dan sehat," tuturnya.

Ia optimistis budaya memilah dan mengelola sampah akan terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga target pengurangan timbulan sampah menuju Makassar Zero Waste dapat tercapai.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti dukungan sektor swasta terhadap pembangunan sistem pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam mewujudkan kota yang ramah lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Makassar Zero Waste #PT Dharma Lautan Utama #DLU Makassar #Kecamatan Wajo #pengelolaan sampah terpadu #sampah 3R #reduce reuse recycle #TJSL DLU #Pemkot Makassar #pemilahan sampah #Daur Ulang Sampah #lingkungan Makassar #pengurangan sampah TPA
Youtube Jejakfakta.com