Jejakfakta.com, MAKASSAR – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting menjadi pekerjaan utama yang harus segera dituntaskan setelah Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Arahan itu disampaikan Bahlil saat membuka secara resmi Musda XI Partai Golkar Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026). Menurutnya, soliditas organisasi dari tingkat provinsi hingga desa menjadi modal utama untuk mengembalikan dominasi Partai Golkar di Sulawesi Selatan pada Pemilu 2029.

Dalam pembukaan Musda tersebut, Bahlil didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sarmuji, Bendahara Umum Sari Yuliati, anggota DPR RI daerah pemilihan Sulsel, anggota DPRD Provinsi Sulsel, serta anggota DPRD kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Buka Musda Golkar Sulsel, Bahlil Tegaskan Diskresi untuk IAS Sesuai AD/ART
Bahlil menjelaskan, Musda merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat provinsi dengan tiga agenda utama, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih Ketua DPD Partai Golkar Sulsel.
"Musda adalah forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat daerah. Musda melahirkan tiga keputusan besar, yaitu evaluasi kepengurusan, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih Ketua DPD Golkar," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut.
Ia menilai konsolidasi harus segera dilanjutkan setelah Musda selesai melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) di seluruh kabupaten dan kota, kemudian diteruskan ke tingkat kecamatan hingga desa.
Baca Juga : Bahlil Restui IAS Pimpin Golkar Sulsel, Sebut Ilham Arief Sirajuddin Pilihan Terbaik
"Saya meminta nanti setelah Musda selesai, Muscab kabupaten/kota segera dilakukan. Setelah itu lanjutkan musyawarah di tingkat kecamatan dan desa. Karena kekuatan partai kita ada di sana," tegasnya.
Menurut Bahlil, langkah tersebut penting untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulawesi Selatan setelah posisi sebagai partai dengan suara terbesar di wilayah itu direbut Partai NasDem pada Pemilu 2024.
Ia menegaskan, Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai barometer kekuatan Partai Golkar di kawasan Indonesia Timur.
Baca Juga : Bahlil Disambut Meriah di Makassar, Dijemput IAS dan Siap Buka Musda XI Golkar Sulsel
"Berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya adalah Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu menjadikan Sulawesi Selatan sebagai contoh," katanya.
Selain memperkuat struktur organisasi, Bahlil juga mengingatkan target yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, yakni meningkatkan perolehan kursi di DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029, sekaligus mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam kesempatan itu, Bahlil turut menyinggung proses pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel yang hanya diikuti Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Menurutnya, IAS merupakan sosok yang dinilai mampu memimpin Partai Golkar Sulsel ke depan.
Baca Juga : Hari Ini Musda Golkar Sulsel Dibuka Bahlil, IAS Hampir Pasti Terpilih Aklamasi
"Saya pikir Kak Aco (IAS) adalah sebuah pilihan terbaik untuk bagaimana bisa memimpin partai ini," kata Bahlil.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Muhidin M. Said mengungkapkan bahwa selama delapan bulan menjabat sebagai Plt Ketua, pihaknya telah melakukan konsolidasi internal di tiga daerah pemilihan DPR RI di Sulawesi Selatan hingga akhirnya Musda XI Partai Golkar Sulsel dapat terlaksana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




