Rabu, 22 Mei 2024 10:51

Pimpinan OPD Sambut Langkah Progresif Transformasi Manajemen Risiko di Pemprov Sulsel

Editor : Nurdin Amir
Penulis : Atri Suryatri Abbas
Rapat Pimpinan Terbatas (Rapimtas) Lingkup Asisten dan pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Pemprov Sulsel digelar di Aula Tudang Sipulung Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (22/5/2024). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel
Rapat Pimpinan Terbatas (Rapimtas) Lingkup Asisten dan pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Pemprov Sulsel digelar di Aula Tudang Sipulung Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (22/5/2024). @Jejakfakta/dok. Humas Pemprov Sulsel

Indeks Resiko Bencana (IRB) tahun 2023 sebesar 144,47 ada penurunan dari tahun 2022 sebesar 150,07 termasuk resiko tinggi.

Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Rapat Pimpinan Terbatas (Rapimtas) Lingkup Asisten dan pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Pemprov Sulsel digelar di Aula Tudang Sipulung Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (22/5/2024). Penjabat Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh menekankan terkait manajemen resiko.

Para asisten dan pimpinan OPD mengapresiasi langkah ini agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sulsel, Amson Padolo menyampaikan terkait Indeks Resiko Bencana (IRB). Ia mengungkapkan, IRB tahun 2023 sebesar 144,47 ada penurunan dari tahun 2022 sebesar 150,07 termasuk resiko tinggi.

Baca Juga : Pemkot Makassar Tertibkan Lapak Liar di Panakkukang, Bangunan 30 Tahun di Panaikang Dibongkar

BPBD Sulsel juga target kerjanya adalah penanganan lahan kritis. Amson mengapresiasi upaya manajemen resiko dalam rapat ini.

"Bapak Pj Gub sangat peduli untuk penurunan resiko bencana dengan peningkatan kapasitas logistik dan peralatan, serta SDM kebencanaan," ujar Amson melalui keterangan persnya.

Sedangkan Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Arwin, menjelaskan, target kinerjanya adalah bagaimana gangguan dan ketertiban umum dapat ditekan. Termasuk potensi rawan kebakaran.

Baca Juga : Satpol PP Luwu Timur Tembus 3 Besar Nasional, Bukti Tata Kelola Trantibumlinmas Makin Profesional

"Kami melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kota bagaimana meningkatkan respon rate atau time rate bahaya kebakaran yang ada di wilayah masing-masing," jelasnya.

Adapun Kasubag Pelayanan Medis di Rumah Sakit Anak Fatimah, Dewi Karlina menyampaikan kesan, bahwa Penjabat Gubernur mengarahkan langsung ke masalah inti.

"Itu jarang ada pemimpin bisa berpikir seperti itu, jadi saya sangat suka gaya kepemimpinan beliau dan sangat menguasai data, menguasai persoalan secara mendalam. Jadi bukan masalah umum saja," tuturnya.

Baca Juga : BPBD Makassar Gerak Cepat Selamatkan Lima Nelayan Terombang-ambing di Laut

"Saya kaget, bahwa beliau mengetahui angka kematian ibu dan bayi itu sangat penting. Karena kemarin masuk MDGs, sekarang di SDGs sepertinya sudah keluar dari isu SDGs, tapi Pak Gubernur masih mengakomodir, masih menjadi masalah di Sulsel," sambungnya.

Ia berharap, kebijakan yang dilahirkan adalah kebijakan yang membuat masyarakat hidup sehat dan tidak ada lagi ibu dan anak yang meninggal hanya karena pelayanan kesehatan yang tidak memadai atau karena faktor SDM. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#BPBD Sulsel #lahan kritis #ketertiban umum #Pelayanan Medis
Youtube Jejakfakta.com