Jejakfakta.com, Makassar -- Makassar Internasional Writers Festival (MIWF) 2024 hadirkan agenda bermain kartu bersama peserta dengan puisi dan foto melalui buku “Memasihkan yang Pernah” karya penulis M. Aan Mansyur yang diterbitkan oleh Shira Media.
Dalam agenda ini, Aan Mansyur dan perwakilan Shira Media sebagai penerbit mengajak para peserta berkelompok dan masing-masing membaca puisi serta melihat foto dalam bentuk selembar kartu yang berbeda untuk kemudian saling membacakan satu sama lain isi dari buku Memasihkan yang pernah.

Aan Mansyur, yang juga merupakan Direktur MIWF 2024, mengungkapkan bahwa Memasihkan yang Pernah adalah bagian daripada tugas akhirnya ketika mengikuti sebuah sekolah fotografi.
Baca Juga : Pemkot Makassar Perkuat Dukungan MIWF 2026, Dorong Makassar Jadi Kota Sastra dan Kreatif Bertaraf Global
“Jadi kita tadi sedang bermain Poteography dari satu karya terakhir saya yang judulnya Memasihkan yang pernah, itu sebenarnya tugas terakhir saya di sekolah foto. Saya pernah sekolah foto dan mengharuskan harus ada karya foto,” kata Aan di Taman Baca MIWF di Fort Rotterdam, Jum’at (24/5/2024) sore.
Aan juga menjelaskan, bahwa karyanya ini memiliki keunikan dengan menggabungkan dua medium berupa sebuah puisi dan foto menjadi satu.
“Karya ini menggabungkan percakapan dua medium yang selama ini saya kerjakan, berupa puisi dan foto,” jelasnya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Perdana Terlibat, Munafri: MIWF 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Kreatif Global
Bermain kartu bersama peserta dengan puisi dan foto melalui buku “Memasihkan yang Pernah” karya penulis M. Aan Mansyur yang diterbitkan oleh Shira Media di Taman Baca MIWF di Fort Rotterdam, Jum’at (24/5/2024) sore. @Jejakfakta/dok. MIWF 2024
Selain itu, Aan juga mengatakan bahwa dalam karya ini akan membuat para pembacanya dapat menikmati penggabungan dua medium dengan cara yang berbeda, dimana dalam buku tersebut masing-masing memiliki 20 set kartu puisi dan foto.
“Ini medium sederhana yang mengajak orang-orang untuk menikmati puisi dan fotografi dengan cara yang berbeda, dengan bermain kartu. Jadi bentuknya satu set kartu ada dua puluh kartu foto dan 20 kartu puisi,” pungkasnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Bacakan Puisi “Pulang ke Dapur Ibu” di MIWF 2025, Sentuh Hati Ribuan Penonton
“Dari situ mungkin orang bisa bicarakan banyak hal yang selama ini yang tidak bisa bicarakan dengan dua medium yang berbeda itu tadi,” tambah Aan.
Pada sesi akhir agenda ini, Aan Mansyur dan Shira Media membagikan dua buku Memasihkan yang Pernah secara gratis dengan kepada peserta yang berani untuk membacakan puisi dan menjelaskan kaitannya dengan foto yang ada pada karya tersebut.(*)
Penulis: Andi Fatur Rezky AAR
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




