Ahad, 16 Juni 2024 05:57

Berkah! Cerita Pengrajin Ketupat Daun Pandan di Gowa Jelang Idul Adha 

Editor : Redaksi
Penulis : Samsir
Pengrajin ketupat daun pandan di kawasan Bantaran Sungai Jene'berang, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. @Jejakfakta/Samsir
Pengrajin ketupat daun pandan di kawasan Bantaran Sungai Jene'berang, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. @Jejakfakta/Samsir

Irma juga menjual Ketupat daun pandan melalui jaringan media sosial seperti Instagram dan Facebook. 

Jejakfakta.com, Gowa -- Ketupat berbahan daun pandan saat hari-hari lebaran tak pernah absen bagi warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Menjelang lebaran Idul Adha 1445 Hijriah, para pengrajin ketupat daun pandan sudah mulai sibuk mempersiapkan sebanyak-banyaknya ketupat untuk dipasarkan. 

Salah satu pengrajin ketupat daun pandan bernama Irma Daeng Talele (40) yang ditemui di kediamannya di kawasan Bantaran Sungai Jene'berang, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa tengah sibuk menyiapkan pesanan warga jelang perayaan Hari Idul Adha 1445 H. 

Kegiatan sebagai pengrajin ketupat daun pandan, kata Irma, sudah ia geluti sejak kecil. Irma melanjutkan warisan dari orang tuanya sebagai pengrajin ketupat pandan. 

Baca Juga : Hari Otonomi Daerah ke-30, Wabup Gowa Tekankan Sinergi Pusat-Daerah Demi Pemerataan Pembangunan

Sebagai pengrajin ketupat pandan yang setiap saat mendapat pesanan dari warga meski bukan pada hari lebaran, Irma menanam pohon daun pandan di pinggiran sungai untuk memenuhi kebutuhan pesanan. 

"Sekitar 20 tahun lalu. Kalau bikin ketupat sebenarnya waktu Sekolah Dasar karena orang tua juga," kata Irma saat ditemui Jejakfakta di kediamannya, Sabtu (15/6/2024). 

Dalam satu hari bersama sejumlah warga yang ia pekerjakan, kata Irma, mampu memproduksi kurang lebih 500 biji ketupat pandan dalam sehari. 

Baca Juga : Peringati Hari Kartini, Disperpusip Gowa Gelar Lomba Menulis Surat untuk Ibu Bupati

"Satu hari biasa 500 biji," sebutnya. 

Pengrajin ketupat daun pandan di kawasan Bantaran Sungai Jene'berang, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. @Jejakfakta/Samsir

Selain ketupat pesanan warga, kata Irma, ia juga menjualnya melalui jaringan media sosial seperti Instagram dan Facebook. 

Baca Juga : Perkuat Konsolidasi Demokrasi, Bawaslu Gowa dan Institut Aisyiyah Sulawesi Selatan Jalin Kerja Sama Strategis

"Dijual lewat online," sebutnya. 

Untuk setiap pasarannya, Irma membedahkan harga berdasarkan ukuran. Untuk ukuran besar seharga Rp20 ribu per 10 biji, kemudian ukuran tengah seharga Rp15 ribu per 10 biji dan Rp10 ribu untuk ukuran kecil. 

"Beda-bedah harganya, mulai Rp10 hingga 20 ribu. Dan yang sudah masak 3 ribu per bijinya," katanya. 

Baca Juga : Perkuat Kapasitas HAM, Sitti Husniah Talenrang Dorong Gowa Jadi Kabupaten Ramah dan Inklusif

Sementara untuk hasil keuntungan penjualan, Irma membagi kepada beberapa warga yang membantunya. 

"Keuntungan setiap pembelian 10 biji itu akan dibagi," sebutnya. 

Bagi anda yang tak mau repot membuat ketupat untuk penganan hari raya kurban maupun hajatan lainnya, jangan lupa mampir di kawasan Bantaran Sungai Jene'berang, Kabupaten Gowa atau memesan via online. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

#Pengrajin ketupat #daun pandan #Idul Adha 1445 #Kabupaten Gowa
Youtube Jejakfakta.com