Jejakfakta.com, MAKASSAR -- Viral video di media sosial yang menunjukkan sikap arogan oknum pejabat Universitas Negeri Makassar (UNM) terhadap mahasiswa. Peristiwa ini menuai kecaman keras dari Presiden BEM Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM, Faisal Akbar.
Faisal bersama aliansi mahasiswa UNM mempertanyakan beberapa kebijakan kampus, salah satunya pembelian almamater wajib bagi mahasiswa baru. Mereka ingin mendapatkan kejelasan terkait kebijakan tersebut.

Namun, alih-alih mendapat jawaban memuaskan, mereka malah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum pejabat UNM. Dalam video yang beredar, oknum pejabat tersebut terlihat arogan dan bahkan menuduh salah satu mahasiswa sebagai calo.
Baca Juga : Belajar Membaca Tanda Alam Sejak Dini: Edukasi Perubahan Iklim di SD Inpres Perumnas Antang I
"Kami sangat menyayangkan sikap oknum pejabat tersebut. Kami datang dengan baik-baik dan bertanya dengan sopan, tapi malah mendapatkan perlakuan yang tidak terhormat," ungkap Faisal kepada wartawan, Rabu (10/7/2024).
Faisal juga menjelaskan bahwa pembelian almamater wajib memberatkan bagi sebagian mahasiswa. Tidak semua mahasiswa mampu membelinya, dan ada juga yang sudah memiliki almamater dari sebelumnya.
"Kebijakan ini diskriminatif dan tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi mahasiswa," tegas Faisal.
Baca Juga : Munafri Arifuddin Ajak Pemuda Jaga Demokrasi dan Stabilitas Makassar
Lebih lanjut, Faisal mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki lima tuntutan pembahasan yang ingin diperjelas kepada pihak kampus, termasuk soal almamater, penerapan IPI, UKT jalur mandiri, KMD PGSD, dan audiensi dengan rektorat.
Sementara itu, Kepala Humas UNM, Burhanuddin, mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mengklarifikasi terkait video viral tersebut. Ia menyarankan agar pihak yang bersangkutan yang berbicara langsung.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menuai kecaman dari berbagai pihak. Sikap arogan oknum pejabat UNM dinilai tidak mencerminkan etika dan budaya akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan penghormatan.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




